mega Seorang Content Writer yang menyukai musik, menonton film, traveling dan tentu saja menulis.

Perbedaan UI dan UX Beserta Cara Kerjanya

4 min read

perbedaan ui dan ux

UI dan UX pada pengembangan website dan juga aplikasi memang sangatlah penting dan akan saling berkaitan. Tetapi manakah yang akan lebih penting diantara mereka? 

Di dalam artikel ini akan membahas mengenai perbedaan UI dan UX sehingga Anda saat ini berada di artikel yang tepat. 

Bukan hanya membahas mengenai perbedaan UI dan UX saja, di artikel ini juga akan membahas mengenai cara kerja dari UI dan UX. 

Yuk langsung saja kita bahas tentang perbedaan UI dan UX beserta cara kerjanya!

Perbedaan UI dan UX 

perbedaan ui dan ux
perbedaan ui ux

Seperti yang disinggung di awal, UI dan UX merupakan dua komponen yang sering berkolaborasi dalam proses pengembangan aplikasi maupun website.

Tepatnya, UI dan UX nantinya akan bekerja sama dalam pembuatan desainnya. Fungsi kedua komponen ini pun berbeda dalam desain aplikasi dan website.

Nah, berikut ini sudah kami rangkum perbedaan antara UI dan UX dalam desain aplikasi dan website. Yuk, simak!

1. Tujuan desain 

Yang mendasar dari perbedaan UI dan UX ini ialah tujuan desainnya. Fokus pembuatan desain pada UI dan UX ini sangatlah berbeda. 

UX atau user experience sendiri merupakan komponen dalam desain produk yang berfokus pada pengalaman pengguna.

Untuk itu, tujuan dari mengembangkan UX sendiri adalah supaya pengguna atau pengunjung bisa mendapatkan pengalaman terbaik mereka saat menggunakan produk.

Pengalaman ini tentu mencakup banyak hal. Mulai dari fitur-fitur yang ada, teks, konten, tampilan layout dan sebagainya.

Sedangkan, UI atau user interface merupakan bagian dari UX yang tujuannya untuk membuat tampilan atau desain visual dari aplikasi maupun website.

Jadi, bisa dibilang UX ini berfokus pada bagaimana kita menggunakan aplikasi. Sementara UI berfokus pada apa yang kita lihat dari aplikasi tersebut.

2. Proses desain  

Melihat tujuan UI dan UX yang berbeda, tentu ada perbedaan pula dalam proses desain keduanya.

Karena fokusnya pada user experience, maka proses desain UX akan berlandaskan pada riset pengguna. Sehingga akan menghasilkan produk yang disukai serta dibutuhkan oleh pengguna. 

Prosesnya pun akan melalui banyak tahapan serta membutuhkan peran dari banyak pihak, dimana salah satunya ada UX researcher. 

Sehabis melakukan riset maka selanjutnya desainer akan merancang sketsa desain dengan prototype dan wireframe. 

Dan untuk desain UI juga akan memerlukan riset, tetapi riset yang dilakukan ini merupakan riset desain dalam membuat desain menarik serta sesuai dengan konsep. 

Pada proses ini, desainer UI perlu untuk merancang model desain dengan membuat mockup nya terlebih dahulu. 

3. Komponen desain  

Dalam poin pertama, sudah dijelaskan bagaimana UI memiliki fokus pada tampilan atau desain visual suatu aplikasi maupun website.

Untuk itu, komponen dalam desain UI akan meliputi segala sesuatu tentang tampilan. Seperti warna, typography, layout, bentuk, gambar, video, animasi dan sebagainya.

Nah, karena UI merupakan bagian yang juga membangun user experience, visual tentu juga menjadi bagian dari UX.

Akan tetapi, UX memiliki komponen yang jauh lebih luas daripada UI. Tidak hanya soal tampilan, di dalam UX juga terdapat struktur, fitur, navigasi, strategi dan sebagainya.

Yang mana, semua komponen ini dikolaborasikan untuk menciptakan pengalaman yang luar biasa bagi pengguna saat menggunakan aplikasi maupun website.

4. Kemampuan yang dibutuhkan 

Menjadi seorang desainer UI dan atau desainer UX memerlukan kemampuan atau skill tersendiri. 

Kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang desainer UI ialah desain grafis, creative thinking, design branding, dan juga convergent thinking. 

Kemampuan tersebut harus dimiliki oleh seorang desainer UI untuk mendesain tampilan produk supaya dapat terlihat menarik serta mudah melakukan interaksi. 

Sedangkan untuk seorang desainer UX memiliki tanggung jawab dalam membuat desain produk dengan melakukan pendekatan pengguna supaya dapat lebih mudah digunakan. 

Maka dari itu para desainer UI dan UX perlu memiliki kemampuan riset, problem solving, analytical thinking, creative thinking, dan juga critical thinking. 

5. Tools yang digunakan 

Dalam proses pembuatan bila ingin hasilnya beda pastinya membutuhkan tools yang akan berbeda. 

Untuk seorang desainer UI keindahan gambar akan sangatlah penting, sehingga desainer UI membutuhkan aplikasi mendukung pembuatan desain interface secara detail. 

Banyak jenis aplikasi desain UI yang ada, contohnya seperti Principle, Flinto, Adobe illustrator, Frames X, dan masih banyak lagi. 

Aplikasi-aplikasi tersebut telah dilengkapi beberapa tools yang mendukung desainer UI, contohnya tools untuk menambahkan unique interaksi icon, UI assets and kits, easy transition, dan masih banyak lagi. 

Sedangkan untuk desainer UX akan lebih membutuhkan aplikasi prototyping desain supaya mudah dalam mendapatkan feedback dari para pengguna. 

Beberapa jenis aplikasi prototyping desain yang mendukung untuk desainer UX seperti Figma, InVision, Sketch, Axure, Adobe XD, dan masih banyak lagi. 

Ada beberapa fitur yang tersedia, contohnya ada fitur collaboration, easy to test design, real time editing, dan masih banyak lagi. 

Fitur-fitur tersebut memberikan kemudahan bagi desainer UX untuk mendapatkan feedback agar dapat menghasilkan produk user friendly. 

Baca Juga: Ingin Membuat Website? Yuk Ketahui Jenis-jenis CMS-nya

Cara Kerja Desain UI dan UX 

cara kerja ui dan ux
cara kerja ui dan ux

Walaupun UI dan UX berbeda, tetapi keduanya harus tetap bekerja bersama agar dapat tercipta produk yang berkualitas. 

Nah pada bagian ini kita akan membahas mengenai cara kerja dari UI dan juga UX. Berikut beberapa cara kerja atau workflow desain UI dan UX: 

1. Riset UX 

Riset UX ini merupakan langkah awal untuk membuat desain yang baik. 

Riset ini dilakukan agar dapat memahami apa yang memang dibutuhkan oleh para pengguna. 

Contohnya dalam membuat website toko online Anda perlu untuk mencari tahu bagaimana kebiasaan orang saat berbelanja, cara pembayaran yang disukai, dan masih banyak lagi. 

Dalam melakukan riset UX akan melalui beberapa cara, bisa lewat survey online atau interview user. 

2. Membuat information architecture 

Setelah melakukan riset UX maka langkah selanjutnya ialah membuat IA atau information architecture produk. 

IA ini merupakan proses dalam menyusun struktur bagian di website dan juga aplikasi. 

Dengan adanya IA ini memudahkan tim untuk bisa memahami konsep pada sebuah produk. 

3. Membuat Wireframe 

Selanjutnya ada proses wireframing yang merupakan proses sketsa visual pada sebuah produk. 

Sketsa desain ini memberikan petunjuk alur informasi bagi para user agar dapat mengoperasikan produk. 

Disaat inilah peran dari UX designer dalam merancang desain. 

4. Mengatur UX flows 

Sehabis membuat wireframe maka selanjutnya perlu untuk mengatur flow mengenai bagaimana sebuah produk tersebut digunakan oleh para pengguna. 

Flow ini dibuat dengan melakukan pendekatan UX supaya nantinya para pengguna nyaman dalam menggunakan produk. 

5. Membuat prototype desain UX 

Selanjutnya ada tahap membuat prototype desain yang sesuai dengan desain wireframe serta flow yang sudah dibuat. 

Dalam membuat prototype desain bisa menggunakan aplikasi seperti MockPlus, Adobe XD, Invision, dan masih banyak lagi. 

6. Membuat design system 

Selanjutnya tahap membuat design system yang dibuat untuk dapat menyimpan segala komponen desain. 

Terlebih komponen desain UI contohnya seperti font, icon, palette, colour, dan masih banyak lagi. 

7. Mendesain user interface 

Pada tahapan ini seorang UI designer akan memulai tugasnya dalam mendesain tampilan produk. 

UI designer akan mempercantik sketsa dengan perpaduan tipografi, warna, dan transisi antar halaman dengan elemen yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. 

8. Proses pengembangan produk oleh developer 

Pada tahap ini desain yang sudah lolos uji coba akan mulai di develop oleh para developer. 

Walaupun sudah masuk ke tahap developing, tugas dari desainer UI dan UX belum berakhir. 

9. Design usability test 

Setelah produk tercipta yang tampilan sudah bagus maka produk sudah bisa diluncurkan. 

Tetapi sebelum benar diluncurkan, produk tersebut perlu untuk melakukan proses uji coba dengan memberikan skor di setiap fitur desainnya. 

Baca Juga: 5+ Manfaat Memiliki Website untuk Bisnis yang Perlu Diketahui

Penutup 

Nah itulah tadi pengertian dan penjelasan dari perbedaan UI dan UX semoga artikel ini bermanfaat ya!

Jika saat ini Anda sedang membuat sebuah website jangan lupa untuk menggunakan Bikin.Website sebagai jasa layanan pembuatan website milik Anda. 

Bila masih ada yang ingin ditanyakan maka silahkan tinggalkan komentar dibawah ini. 

Terima kasih.

Avatar for mega
mega Seorang Content Writer yang menyukai musik, menonton film, traveling dan tentu saja menulis.

Cara Install WordPress di Subdirectory, Mudah dan Cepat!

Menginstal WordPress di subdirectory memudahkan pemilik website mengelola beberapa ‘situs’ di dalam domain yang sama. Keberadaan subdirectory juga membuat pengelolaan konten menjadi lebih fleksibel,...
Avatar for Jordy Prayoga Jordy Prayoga
2 min read

Cara Redirect Domain dari cPanel, Dijamin Paling Mudah!

Redirect domain adalah mengarahkan alamat domain ke halaman atau situs tertentu. Anda bisa mengarahkannya melalui beberapa cara, baik menggunakan layanan Cloudflare maupun dari cPanel...
Avatar for Jordy Prayoga Jordy Prayoga
3 min read

2 Replies to “Perbedaan UI dan UX Beserta Cara Kerjanya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *