Perbedaan Blog dan Website yang Perlu Diketahui

3 min read

Perbedaan Blog dan Website Berdasarkan Fungsi

Banyak netizen yang yang masih belum paham terkait perbedaan blog dan website. Padahal, jika Anda melakukan pencarian di Google, kata kunci tersebut sudah memiliki 27 juta entry dalam 0,39 detik.

Lantas, apa sih sebenarnya yang membedakan antara blog dan website? Mengingat kedua istilah tersebut semakin banyak dicari, maka pada kesempatan kali ini Bikin.Website akan mengupas tuntas mengenai perbedaan blog dan website yang perlu diketahui.

Pengertian Blog dan Website

pengertian blog dan website
pengertian blog dan website

Perbedaan blog dan website sebenarnya bisa Anda lihat secara mendasar melalui definisi atau pengertian. 

Apa Itu Blog?

Blog adalah istilah yang diambil dari penggabungan dua suku kata, yakni web dan log. Secara umum, blog merupakan bagian dari sebuah website yang berfungsi untuk menampilkan konten atau catatan secara dinamis, tanpa mengganggu informasi di halaman utama.

Apa Itu Website?

Adapun pengertian website adalah sekumpulan halaman terkait yang bisa diakses secara online. Sebuah website memerlukan nama domain dan web hosting agar bisa bekerja secara normal.

Baca juga: Apa Itu Hosting? Ini Pengertian & Fungsinya Pada Website

Perbedaan Blog dan Website 

Setidaknya ada 6 poin yang membedakan antara blog dan website. Berikut selengkapnya.

1.Tipe Konten

konten blog
konten blog

Sebagai informasi, blog adalah sebuah platform yang biasa digunakan untuk menampilkan konten dalam bentuk teks, gambar, video, maupun audio. Tidak ada batasan terkait seberapa panjang ataupun seberapa banyak foto yang ingin Anda tampilkan. Maka dari itu, tipe konten blog biasanya lebih variatif dibandingkan website.

Anda bisa mengisi blog dengan catatan perjalanan layaknya sebuah diary. Hal ini pernah dilakukan oleh Raditya Dika sebelum ia terkenal sebagai seorang content creator seperti sekarang.

Di sisi lain, tipe konten website memang hampir sama seperti blog. Anda bisa menambahkan alamat perusahaan, informasi produk, kontak, visi-misi perusahaan, hingga testimoni dari pelanggan. 

Namun, sebaiknya berbagai informasi tersebut dipisah menjadi beberapa halaman khusus agar terlihat lebih rapi dan profesional.

2.Gaya Bahasa

gaya bahasa
gaya bahasa

Sebuah website umumnya menggunakan gaya bahasa formal yang ditujukan untuk semua kalangan. Teknik penulisannya pun tidak sembarangan, biasanya di halaman website menggunakan teknik copywriting yang bisa mendorong audiens untuk melakukan action.

Untuk kebutuhan konten blog, cara penyampaiannya sendiri relatif lebih bebas dan kasual. Dalam beberapa kesempatan, bahkan ada perusahaan yang menggunakan teknik layaknya sedang bercerita dengan teman akrab.

Tujuannya tidak lain adalah untuk membangun kedekatan dengan pembaca, sehingga mereka tidak bosan untuk menikmati informasi yang disampaikan setiap hari.

3.Pengelolaan

website maintenance
website maintenance

Di era digital, website ibarat sebuah mall yang menjadi asset penting bagi perusahaan. Maka dari itu, sistem pengelolaan website harus dilakukan secara profesional.

Agar lebih optimal, sebuah website biasanya sistem pengelolaannya dibagi kepada beberapa bagian. Mulai dari web developer, programmer, designer, copywriter, hingga produk manager.

Sedangkan untuk blog, sistem pengelolaannya jauh lebih sederhana. Bahkan, Anda bisa menggunakan CMS (Content Management System) yang bisa didapatkan secara gratis.

Penggunaan CMS seperti WordPress, Joomla, atau Blogspot nantinya akan sangat memudahkan untuk mengelola blog agar lebih optimal.

4.Komunikasi

komunikasi
komunikasi

Blog hampir sama seperti media sosial. Bedanya melalui blog Anda bisa menampilkan semua gagasan lebih leluasa. Berdasarkan prinsip tersebut, blog menjadi media komunikasi dua arah yang sangat efektif untuk kebutuhan edukasi.

Anda bisa memberikan ide, gagasan, atau pengalaman secara langsung, kemudian pembaca bisa memberikan tanggapan melalui kolom komentar.

Sayangnya, sistem komunikasi dua arah tersebut tidak bisa didapatkan lewat website. Pengelola website bisnis, jual beli, atau company profile biasanya hanya menawarkan informasi satu arah.

5.Proses Pembuatan

coding
coding

Seperti yang sudah disampaikan pada poin sebelumnya, ketika membuat blog Anda bisa memanfaatkan CMS (Content Management System) seperti WordPress atau Blogspot. 

Selain gratis dan fleksibel untuk dikembangkan, proses pembuatan blog juga sangat gampang. Tak perlu skill coding atau bahasa pemrograman, karena semua fungsi sudah WYSIWYG (What You See Is What You Get).

Proses pembuatan website lebih rumit dari blog. Untuk membuat website e-commerce misalnya, pertama Anda harus membuat desain UI/UX sesuai kebutuhan. 

Kemudian, perlu dilakukan coding agar website memiliki tampilan menarik sekaligus bisa berfungsi dengan normal.

Baca juga: 13 Rekomendasi Aplikasi Pembuat Website Tanpa Coding

Sebuah website, baik itu company profile, toko online, atau website portofolio, umumnya memerlukan integrasi fitur khusus agar bisa digunakan. 

Sebagai contoh, fitur check out barang pada website toko online, fitur member area pada website forum, atau fitur whois nama domain seperti yang biasa kita lihat di website provider hosting.

6.Intensitas Update

Perbedaan Blog dan Website saat update konten
Perbedaan Blog dan Website saat update konten

Terakhir, perbedaan blog dan website bisa kita identifikasi dari seberapa sering konten diperbarui. 

Dalam hal ini, blog biasanya lebih sering diperbarui karena bisa diisi dengan artikel informasi, tips dan trik, tutorial, hingga update perkembangan kondisi perusahaan.

Sementara itu, website lebih bersifat statis dan jarang diperbarui. Pasalnya, informasi di dalam sebuah website landing page biasanya sudah pasti dan bisa digunakan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Secara umum, bisa dibilang bahwa setiap blog adalah bagian dari website. Akan tetapi, setiap website belum tentu bisa disebut sebagai sebuah blog.

Baik blog maupun website keduanya adalah elemen penting untuk menunjang bisnis di era teknologi. 

Sementara dari segi fungsi, blog jauh lebih efektif untuk menarik pengunjung secara organik melalui berbagai konten edukasi.

Nah, traffic kunjungan organik yang masuk ke dalam blog tersebut nantinya bisa Anda arahkan ke website utama agar melakukan action berupa pembelian, pemesanan, dan lain sebagainya.

Bagaimana, apakah penjelasan di atas bisa Anda pahami? 

Guna menunjang aktivitas bisnis agar semakin lancar, pastikan Anda sudah memiliki blog dan website yang optimal. Bikin.website sendiri menawarkan jasa pembuatan website professional yang bisa dimanfaatkan untuk membuat website pernikahan, toko online, company profile, hingga blog personal.

Jadi, tunggu apa lagi? Percayakan kebutuhan website Anda kepada Tim Bikin.Website yang sudah ahli dan bisa diandalkan.

Semoga bermanfaat.

Avatar for Andy Nugroho

One Reply to “Perbedaan Blog dan Website yang Perlu Diketahui”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *