Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!

4 min read

strategi desain ux

Siapa nih yang pernah masuk ke toko yang super berantakan plus karyawan yang nggak helpful?

Barang-barangnya tidak tertata, susah lah buat dicari. 

Eh, waktu tanya ke yang jaga toko malah nunjuk pake dagu ke arah yang kita saja tidak tahu di mana.

Kalau mengalami hal seperti ini, kebanyakan dari Anda mungkin bakal angkat kaki dan cari toko lain.

Kejadian ini juga akan terjadi di website Anda kalau desain UX-nya super buruk.

Menu yang tidak jelas di mana, terlalu banyak elemen di tempat tertentu seperti search bar dan sebagainya.

Yang mana, semua ini tentu akan membingungkan para pengunjung dan membuat user experience-nya jadi buruk.

Nah, supaya hal ini tidak terjadi – atau mungkin sudah kejadian – dan menurunkan konversi website, Anda harus menyusun strategi untuk desain UX website Anda.

Tidak perlu bingung kalau Anda belum tahu caranya karena kami akan membantu Anda melalui pembahasan kali ini.

Kalau begitu, simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

Mengapa Strategi Desain UX Sangat Penting?

strategi desain ux

Mungkin ada yang bertanya, bikin desain UX buat website doang ngapain pake strategi? Kan bisa liat contoh website lain aja!

Well, memang sih Anda bisa melihat website kompetitor untuk membuat desain UX, tapi ini hanya sebagai inspirasi, ya.

Karena Anda harus tahu bahwa karakteristik pengunjung maupun customer dari tiap brand itu berbeda-beda, meskipun produk yang Anda tawarkan sama.

Selain itu, tentu brand Anda pun memiliki identitas dengan kompetitor lainnya, bukan? Dengan identitas yang berbeda ini, tentunya Anda juga ingin tampil unik dan menonjol di antara kompetitor dong.

Nah, sekarang coba bayangkan, dengan semua hal ini apakah Anda bisa menciptakan desain UX yang sangat menggambarkan identitas brand dan customer Anda? 

Bisa ditebak, Anda pasti akan kesulitan karena Anda bingung mau mulai dari mana, ya? Pake warna atau desain kayak apa, ya?

Ini malah akan membuat prosesnya jadi lebih lama, buang-buang waktu dan tenaga. Itulah mengapa Anda perlu membuat strategi lebih dulu sebelum mulai membuat desain UX untuk website Anda. 

Ketika Anda membuat strategi desain UX, ini bisa membuat Anda untuk tetap fokus pada pengunjung atau customer website Anda.

Prosesnya pun jadi lebih jelas dan bisa berjalan lebih efektif serta efisien.

Sehingga, apa yang brand Anda janjikan pun betul-betul bisa dirasakan oleh pengunjung maupun customer melalui website Anda.

Baca juga: Ini Pentingnya User Experience dalam Web Design, Jangan Skip!

Cara Membuat Strategi Desain UX yang Efektif

Untuk membuat strategi desain UX yang efektif, ada 4 komponen yang harus Anda ketahui dan pahami lebih dulu nih, yaitu:

  • Goals atau tujuan dari strategi dari bisnis Anda. Ini akan berkaitan dengan strategi desain UX karena Anda perlu memahami target audiens dan apa yang bisa Anda sediakan melalui website.
  • Inovasi apa yang ingin Anda bangun dari desain UX. Anda bisa melihatnya dari kebutuhan para customer.
  • User research menjadi komponen yang penting dalam membuat strategi desain UX yang efektif. Dengan melakukan riset, Anda bisa mendapatkan data yang valid.
  • Jika semua komponen sudah terpenuhi, Anda bisa membuat desain UX yang efektif. Tentunya, masih berfokus pada fitur-fitur utama website Anda dan kenyamanan pengunjung.

Nah, keempat komponen ini lah yang harus ada di dalam strategi desain UX yang akan Anda buat nantinya. Jadi, Anda tidak bisa membuat strategi secara sembarangan, ya.

Kalau begitu, kita langsung simak cara membuat strategi desain UX yang efektif berikut ini, yuk!

1. Lakukan Evaluasi Desain UX Saat Ini

Ketika kita akan menyusun ulang maupun membuat strategi baru, kita tentu harus memahami apa yang terjadi saat ini, bukan?

Anda harus paham lebih dulu keadaan dari website dan bisnis Anda saat ini seperti apa sih? Apakah terjadi masalah dengan desain UX yang sekarang?

Terus, gimana nih caranya bisa tahu keadaan saat ini? Tentunya dengan menganalisa desain website UX Anda sendiri.

Anda bisa melihat data dari Google Analytics, kira-kira halaman website mana nih yang tingkat bounce rate-nya tinggi? 

Cobalah lihat juga kebutuhan customer saat ini dari bisnis Anda dengan cara melakukan user research.

Ini penting ya mengingat Anda akan membuat desain UX yang berfokus pada kenyamanan pengunjung.

2. Tetapkan Tujuan dan Inovasi 

Setelah melakukan riset dan analisa mendalam mengenai website serta pengunjung Anda, akan ada data yang Anda dapatkan. Entah itu buruk atau mungkin baik.

Nah, dari data-data yang didapatkan ini, Anda bisa melihat apa yang terjadi pada website dan tentunya pengunjung Anda.

Berdasarkan fakta yang Anda dapatkan ini, pikirkanlah tujuan dan inovasi apa sih yang bisa Anda lakukan pada website Anda.

Tentunya lengkap dengan cara mewujudkannya dan masih tetap berfokus pada kenyamanan pengunjung serta customer, ya.

Misalnya setelah menganalisa, Anda menemukan fakta bahwa tingkat bounce rate halaman pembelian cukup tinggi karena alurnya yang rumit. 

Artinya, ini menjadi salah satu tujuan Anda dalam strategi desain UX ini.

Sebagai inovasi, Anda bisa mengganti alurnya menjadi lebih simple dan menambahkan fitur yang semakin memudahkan customer.

3. Tentukan Fokus dan Ruang Lingkup Strategi 

Oke, sekarang Anda sudah tahu nih apa saja sih tujuan dan inovasi yang ingin Anda bangun lewat strategi desain UX ini.

Namun, tujuan dan inovasi ini tentunya tidak bisa langsung Anda wujudkan dalam bentuk desain UX. Ingat alasan pentingnya strategi desain UX ini, yaitu karena setiap brand punya karakteristik target audiens yang berbeda-beda.

Begitu pula dengan identitas brand Anda. Meskipun menawarkan produk yang sama, tiap brand tetap saja memiliki unique selling proposition (USP) masing-masing.

Nah, di tahapan ini Anda harus menentukan fokusnya dan ruang lingkup dari strategi yang ingin Anda buat lebih dulu.

Mulai dari user persona, produk yang Anda tawarkan, USP dari brand atau website Anda sampai ke bagian mana dari desain UX sekarang yang ingin Anda perbaiki. Kembali lagi, ini semua harus berdasarkan data yang Anda dapatkan, ya.

4. Bangun Perencanaan 

Setiap ingin menjalankan sesuatu, tentu butuh perencanaan yang matang lebih dulu dong. Supaya jangan sampai hasilnya malah zonk!

Begitu pula dalam membuat desain UX yang efektif dan efisien. Penting banget buat bangun perencanaan yang matang lebih dulu!

Hal ini supaya tujuan, inovasi, ruang serta lingkup yang Anda tentukan bisa tercapai sesuai harapan.

Sehingga, hasilnya pun nanti bisa baik.

Dalam perencanaan ini, Anda harus menentukan apa saja yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.

Misalnya kalau tujuan Anda ingin mengubah desain UX dari halaman pembelian, berarti Anda harus rencanakan lebih dulu desain perbaikannya.

Lalu, tools apa nih yang ingin Anda gunakan untuk mengubah UX dari halaman pembelian? Atau mungkin ada plugin baru nih yang Anda butuhkan untuk menambah fitur di halaman tersebut.

Intinya, untuk mewujudkan ketiga poin di atas, Anda harus membuat alur kerjanya lebih dulu untuk meminimalisir kesalahan dan tentunya meningkatkan kualitas desain.

Apakah Desain UX Akhir Perlu Diuji?  

Benar, setiap desain UX yang Anda buat perlu dilakukan uji coba lebih dulu sebelum Anda publish

Ini untuk melihat apakah semua fitur berjalan sesuai rencana dan melihat bagian mana yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.

Apakah Perlu Menganalisa Kompetitor?  

Benar, analisa kompetitor diperlukan untuk melihat apa yang bisa diperbaiki maupun ditambahkan dari desain UX website Anda.

Namun, ini hanya untuk memberikan Anda pandangan atau insight lebih tentang desain UX seperti apa yang mungkin bisa membuat pengunjung nyaman.

Apakah Perlu Melibatkan Web Designer, Developer dan UX Researcher?  

Benar, akan lebih baik jika Anda melibatkan web designer, developer dan UX researcher saat membuat strategi desain UX.

Ini akan memberikan Anda perspektif yang lebih luas dan mendalam. Sehingga, hasilnya pun akan lebih efektif dan efisien.

Yuk, Bikin Strategi Desain UX yang Efektif untuk Website Anda!  

Website dengan desain UX yang buruk hanya akan membuat para pengunjung maupun customer pergi dan mencari website lain.

Jika Anda membiarkannya, bukan tidak mungkin website Anda akan kehilangan traffic atau parahnya konversi semakin menurun.

Supaya hal ini tidak terjadi, Anda perlu membangun strategi lebih dulu sebelum membuat desain UX untuk website Anda.

Dengan membuat strategi, Anda bisa menghasilkan desain UX yang efektif dan efisien untuk website Anda.

Nah, strategi desain UX ini nantinya bisa Anda konsultasikan dengan tim Bikin.Website saat Anda akan membangun website-nya, ya.

Tenang saja, konsultasinya gratis, kok!

Konsultasi Desain Website Di Sini

Setelah konsultasi, Anda hanya perlu memasrahkan proses desainnya pada tim Bikin.Website deh. Sangat mudah, bukan?

Semoga pembahasan kali ini bisa membantu Anda untuk mewujudkan desain UX yang efektif lewat strategi yang juga efektif dan efisien.

Jika ada pertanyaan lain atau ingin berdiskusi soal strategi desain UX, jangan ragu buat drop pendapat Anda lewat kolom komentar, ya!

Avatar for Severina Ratih

5 Rekomendasi CMS untuk Website Perpustakaan Terbaik

Banyak perpustakaan konvensional beralih ke platform digital untuk memudahkan akses koleksi, meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan, hingga menjangkau lebih banyak pengguna. Kemudahan menjadi faktor utama...
Avatar for Jordy Prayoga Jordy Prayoga
2 min read

Cara Install ZeroSSL, Opsi SSL Gratis Selain Let’s Encrypt

Keberadaan sertifikat SSL pada suatu website sangatlah penting. Ia dapat menjadi faktor yang membantu meningkatkan kredibilitas website di mata audiens, atau juga sebagai salah...
Avatar for Jordy Prayoga Jordy Prayoga
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *