Hindari 5 Kesalahan Ini dalam Redesign Website, Wajib Simak!

4 min read

kesalahan redesign website

Beberapa dari Anda mungkin berpikir redesign website itu ya mengubah tampilan website. Seperti dari tampilan yang super simple, dirombak supaya lebih menarik.

Tidak hanya Anda, banyak website lain juga berpikiran sama, kok. Tapi, ternyata pemahaman ini malah membuat hasil redesign website mereka kurang maksimal, lho.

Hah? Kok bisa sih? Jelas bisa dong karena pemahaman ini kurang tepat! Well, redesign memang berarti mengubah atau rombak ulang. 

Tapi, redesign website tidak se-simple mengubah tampilannya supaya jadi menarik. Ada banyak hal dan langkah yang harus Anda perhatikan saat redesign website.

Mulai dari target audiens, responsive atau tidak sampai ke performa website. Nah, yang jadi masalah adalah banyak orang lupa nih soal hal-hal tersebut.

Jadinya ya hasil redesign website tidak sesuai harapan, hanya sekedar tampil dengan ‘baju baru’. Kan sayang budget yang sudah keluar.

Kalau Anda juga ingin redesign website, lebih baik simak dulu deh kesalahan apa saja yang sering dilakukan oleh website lain. Supaya bisa dihindari!

Yuk, simak selengkapnya dalam pembahasan berikut ini!

Kesalahan dalam Redesign Website

Ada banyak tujuan orang ingin melakukan redesign website dan mengubah tampilan adalah salah satunya.

Harapannya sih website bisa lebih maksimal dengan tampilan yang lebih fresh. Tapi, bukannya maksimal, performa website malah anjlok setelah redesign.

Nah, ternyata ada beberapa kesalahan nih yang dilakukan oleh banyak orang saat redesign website. Supaya performa website Anda juga tidak anjlok, simak beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat redesign website berikut ini, ya!

1. Memulai Tanpa Rencana 

Salah satu kesalahan yang dilakukan banyak orang saat redesign website adalah tidak punya rencana sama sekali.

Tidak sedikit nih yang berpikir, ah yang penting tampilannya lebih baru aja lah! Mungkin tujuan Anda memang untuk meng-update design supaya lebih fresh.

Tapi, coba deh laksanakan tanpa perencanaan sama sekali. Proses redesign website Anda pasti akan berjalan melebihi waktu yang diharapkan.

Kenapa bisa begitu? Ini karena Anda tidak memiliki konsep seperti apa layout, elemen atau warna yang ingin diaplikasikan pada design website.

Akhirnya, selama proses redesign, ada berbagai tambahan yang membuat prosesnya berjalan lebih lama. Itulah mengapa perencanaan tetap dibutuhkan, meski hanya untuk update design.

Nah, perencanaan ini apa saja sih? Yang pasti ada banyak ya, mulai dari konsepnya seperti apa, target audiensnya siapa, apakah ingin menambahkan elemen atau fitur baru sampai ke budget redesign website.

Ketika Anda sudah merencanakan dengan baik sebelum memulai eksekusi, seluruh proses redesign website pasti akan berjalan dengan lancar.

Jadi, pastikan Anda menghindari kesalahan pertama ini saat memulai redesign website, ya. Supaya hasilnya pun nanti maksimal.

2. Redesign Tanpa Melihat Data Analytics 

Mungkin Anda bingung nih, ngapain lihat data analytics buat redesign website? Kan cuma mau ganti design supaya menarik doang.

Begini, tujuan redesign website itu bukan hanya semata-mata untuk update tampilan supaya lebih menarik, kan? Misalnya Anda ingin meningkatkan konversi nih lewat redesign website.

Nah, kalau Anda ingin meningkatkan konversi dengan redesign website tanpa melihat data analytics-nya, usaha Anda akan sia-sia.

Kenapa begitu? Saat Anda ingin meningkatkan konversi karena merasa penjualan sedang rendah, berarti ada hal yang harus diperbaiki, ada penyebabnya.

Bisa jadi ada halaman tertentu yang membuat konversi website Anda tidak ada peningkatan. Lalu, bagaimana cara mengetahui apa yang harus diperbaiki?

Ya dengan melihat data dari analytics! Lihat halaman mana sih yang memiliki bounce rate yang tinggi? Apakah di halaman pembelian atau halaman lain?

Jika ternyata di halaman pembelian, coba lihat apakah ada masalah dengan halaman tersebut? Dengan begitu, Anda bisa paham nih apa sih yang membuat konversi ini tidak ada peningkatan sama sekali.

Kalau Anda langsung redesign tanpa melihat apa yang terjadi melalui analytics, bisa-bisa Anda tidak menyelesaikan masalah yang terjadi. 

3. Terlalu Fokus Pada Tampilan 

Nah, ini nih kesalahan yang cukup banyak dilakukan oleh berbagai website. Banyak yang terlalu fokus pada tampilan sampai lupa memikirkan soal user experience para pengunjung yang mengakses website.

Akhirnya apa? Akhirnya, website malah sepi traffic atau bounce rate-nya tinggi akibat user experience yang buruk.

Mulai dari fitur yang tidak bekerja dengan baik, navigasi yang kurang jelas sampai website yang tidak mobile-friendly. Padahal, pengunjung website banyak menggunakan mobile device.

Tampilan memang penting untuk menarik perhatian pengunjung. Namun, tampilan bukan lah satu-satunya hal yang wajib Anda perhatikan.

Anda juga harus memastikan website supaya user-friendly, mobile-friendly, fitur-fiturnya lengkap dan berjalan dengan baik, layout-nya rapi, navigasi jelas dan sebagainya.

4. Tidak Mengoptimasi Gambar 

Semua orang tentu ingin menggunakan gambar yang berkualitas tinggi di website-nya. Harapannya dengan gambar berkualitas tinggi, pengunjung bisa memiliki experience yang bagus nih di website Anda.

Tapi, pada faktanya ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan nih dalam redesign website. Well, menggunakan gambar berkualitas tinggi itu tidak masalah, malah bagus.

Yang menjadi masalah adalah jika Anda tidak mengoptimasi gambar tersebut lebih dulu sebelum menggunakannya di website.

Gambar berkualitas itu pasti memiliki ukuran atau resolusi yang tinggi. Yang mana, ini akan memakan banyak bandwidth saat loading.

Alhasil, alih-alih mendapat tampilan yang menarik, loading website malah jadi lambat. Padahal, seperti yang Anda tahu, kecepatan loading sangat penting dalam website.

Tidak ada pengunjung yang ingin menunggu website Anda loading lebih dari 4 detik. Jelas mereka akan meninggalkan website Anda detik itu juga.

Jadi, sebelum Anda membuang uang secara sia-sia karena hasil yang tidak sesuai, lebih baik pilihlah gambar yang tepat dan optimasi lebih dulu.

5. Lupa dengan SEO 

Sebagai pemilik website, Anda tentu paham bagaimana SEO ini penting untuk berjalannya website. Tanpa SEO, website akan sulit untuk ditemukan di halaman pencarian.

Nah, yang sering menjadi kesalahan banyak designer saat redesign website adalah mereka lupa untuk mengimplementasikan SEO pada desain website.

Seperti poin ketiga, mereka terlalu fokus untuk merombak tampilan supaya menarik. Sedangkan, bagian SEO lupa diterapkan.

Sampai akhirnya website di-publish, performanya anjlok dari segi SEO. Mulai dari traffic sampai konversi.

SEO ini tidak hanya diterapkan dalam tiap konten artikel. Mulai dari halaman home, blog, about, product sampai gambar, semuanya harus SEO-friendly.

Harus ada keyword yang sesuai dengan produk atau website Anda di setiap bagian. Dengan begitu, website jadi lebih mudah untuk ditemukan oleh pengunjung pada halaman pertama hasil pencarian.

Baca juga: 7+ Kesalahan dalam Desain Website yang Merusak SEO

Lakukan Hal Ini Sebelum Redesign Website untuk Menghindari Kesalahan!

Sekarang Anda sudah paham kesalahan apa saja yang harus dihindari saat redesign website. Nah, sebelumnya kami juga pernah membahas mengenai redesign website.

Dalam konten tersebut, membahas tentang beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum redesing website.

Supaya hasilnya lebih maksimal, Anda harus menentukan apa tujuan redesign website, adakah isu teknis yang terjadi dan sebagainya.

Jika Anda sudah menemukan jawaban dari semua pertanyaan tersebut, barulah mulai merencanakan konsep website seperti apa yang ingin dibuat.

Nah, semua ini nantinya bisa Anda sampaikan pada designer atau web developer Anda untuk dieksekusi. Atau untuk Anda yang tidak punya web developer, bisa hubungi tim Bikin.Website nih untuk konsultasikan rencana redesign website Anda.

Hubungi Tim Bikin.Website Di Sini!

Sampai di sini, semoga konten ini boleh membantu Anda ya yang ingin redesign website supaya bisa menghindari kesalahan. 

Kalau Anda memiliki pengalaman kesalahan lain nih saat redesign website, boleh share di kolom komentar, ya!

Avatar for Severina Ratih

5 Rekomendasi CMS untuk Website Perpustakaan Terbaik

Banyak perpustakaan konvensional beralih ke platform digital untuk memudahkan akses koleksi, meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan, hingga menjangkau lebih banyak pengguna. Kemudahan menjadi faktor utama...
Avatar for Jordy Prayoga Jordy Prayoga
2 min read

Cara Install ZeroSSL, Opsi SSL Gratis Selain Let’s Encrypt

Keberadaan sertifikat SSL pada suatu website sangatlah penting. Ia dapat menjadi faktor yang membantu meningkatkan kredibilitas website di mata audiens, atau juga sebagai salah...
Avatar for Jordy Prayoga Jordy Prayoga
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *