Seiring berkembangnya zaman, saat ini banyak sekali manusia yang telah menemukan berbagai macam jenis teknologi yang sangat dapat berguna untuk kehidupan keseharian.
Semua ini tercipta untuk dapat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan setiap harinya.
Adanya teknologi ini sangat mempengaruhi dalam kehidupan setiap manusia untuk sehari-harinya.
Karena hampir sangat dipastikan bahwa setiap orang telah sangat bergantung kepada teknologi dalam menjalankan aktivitas setiap harinya.
Walau teknologi sangat membantu tetapi tidak jarang banyak orang yang memanfaatkan teknologi ini untuk melakukan suatu tindakan kejahatan dimana yang sering disebut dengan kata cyber crime.
Pengertian Cyber Crime

Cyber crime adalah sebuah tindakan kejahatan yang ada di dalam dunia maya dimana dengan memanfaatkan teknologi dan juga jaringan internet yang menjadi sasarannya.
Kejahatan siber ini dapat dilakukan oleh individu atau beberapa kelompok orang yang sengaja menyerang dari sistem keamanan komputer atau pun data yang berada di dalam sebuah komputer.
Tindakan ini dilakukan karena ada beragam motif, dimulai dari kepuasaan diri hingga sampai ke kejahatan yang sangat merugikan bagi seseorang atau pemerintahan.
Kejahatan di dalam dunia maya sering didefinisikan menjadi sebuah aktivitas yang ilegal dimana yang menggunakan komputer, jaringan komputer atau perangkat digital lainnya.
Beberapa contoh dari cyber crime ini seperti ancaman keamanan seperti dengan rekayasa sosial, serangan pada jaringan dan juga eksploitasi kerentanan pada perangkat lunak.
Untuk secara umum nya, cyber crime ini merupakan tindakan kriminal yang dapat dilakukan dengan melalui teknologi komputer yang menjadi senjata kejahatan utamanya.
Jenis-jenis Cyber Crime
Dengan maju nya teknologi, maka cyber crime akan sangat merugikan bagi para pengguna internet atau komputer.
Berikut ini beberapa jenis cyber crime yang harus diwaspadai:
1. Penipuan online
Jenis cyber crime yang harus diwaspadai yang pertama ialah penipuan online, seperti dengan nama nya penipuan ini dilakukan secara online.
Dalam penipuan online ini biasanya seseorang atau sekelompok memberikan sebuah detail iklan yang isinya memberitahukan kepada korban bahwa mereka memenangkan sesuatu lalu penipu meminta membayar pajak atau biaya pengiriman.
Bila Anda terkena penipuan online ini maka Anda tidak dapat pernah mendapatkan apapun dan akan terjadi transaksi yang aneh di rekening bank Anda.
2. Penipuan pishing
Selanjutnya dari jenis cyber crime ialah penipuan pishing. Penipuan pishing ini merupakan sebuah upaya dari penipu untuk dapat menipu agar dapat memberikan sebuah informasi pribadi.
Contohnya seperti dari nomor rekening bank, nomor kartu kredit dan juga kata sandi. Para penipu ini nantinya akan menghubungi para korban secara tiba-tiba.
Dimana dapat melalui panggilan telepon, pesan teks, melalui email dan atau bisa juga melalui media sosial yang berpura-pura dapat menjadi sebuah bisnis yang sah.
Penipu ini mungkin akan meminta memperbaruinya sehingga nanti akan lebih detail serta bisa menyegarkan sistem data penipu.
Penipu mungkin juga dapat meminta para calon korban mengisi survei dimana para korban diimingi memiliki sebuah kesempatan untuk dapat memenangkan hadiah.
Dengan cara ini lah para penipu dapat memiliki akses ke nomor telepon, alamat email dan masih banyak lagi.
Cara lain dari para penipu ini untuk dapat mendapatkan informasi ialah dengan memberitahukan bila ada aktivitas yang tidak sah atau aktivitas yang mencurigakan terjadi pada akun Anda.
Sehingga penipu ini akan meminta informasi dari Anda yang berkata mereka dapat mengatasi masalah ini.
Baca Juga: Dampak Positif dan Negatif Internet yang Harus Diketahui
3. Malware
Malware merupakan sebuah kontraksi perangkat lunak yang sangat berbahaya pada sistem Anda. Ini merupakan perangkat lunak yang sengaja ditulis agar menyebabkan kerusakan di dalam data serta perangkat.
Malware sendiri merupakan nama menyeluruh dari berbagai macam jenis virus. Contohnya seperti virus trojan dan juga virus spyware.
Ini juga sering kali dilakukan dengan berbagai jenis virus yang akan memasuki ke dalam komputer sehingga menyebabkan sebuah petakan.
Dengan merusak laptop, komputer, tablet dan handphone membuat pelaku ini dapat mencuri informasi pribadi dan atau mencuri info detail kartu bank Anda.
4. Bom email
Bom email ini sering disebut juga dengan bentuk dari penyalahgunaan dari internet. Pengeboman email ini merupakan kelebihan email yang dapat diarahkan pada satu buah alamat email.
Orang yang mengalami bom email ini server email akan menjadi sangat lamban dan bisa mengakibatkan crash.
Mungkin para pelaku belum mencuri data apapun dari Anda. Namun dengan memiliki server yang sangat lamban ini akan sangat merepotkan serta juga memerlukan kerja keras dalam memperbaikinya.
5. Peretasan dan spamming di media sosial
Peretasan di media sosial dilakukan biasanya hanya sebagai lelucon. Contohnya seperti penyerangan dari seseorang yang meretas akun salah satu publik figur atau akun perusahaan.
Biasanya untuk publik figure bila akun nya diretas biasanya karena ada orang yang tidak menyukai publik figure tersebut.
Setelah berhasil meretas akun biasanya pelaku melakukan posting hal aneh atau hal yang lucu tetapi semua itu merupakan tindakan pelanggaran privasi seseorang.
Selain itu peretas juga bisa menyebarkan sebuah konten yang bisa dianggap mengganggu orang lain yang melihat unggahan konten ini.
Dengan cara itu dapat mengakibatkan akun tersebut dilaporkan dan bisa juga menutup akun tersebut.
Spamming di media sosial juga dapat terjadi ketika seorang membuat sebuah akun palsu lalu berteman dan diikuti oleh banyak orang.
Dengan ini membuat akun palsu mendapatkan kebebasan untuk dapat mengirim spam dan dengan pesan yang massal sehingga dapat menyebarkan sebuah malware.

6. Pencucian uang secara elektronik
Uang yang hasilnya sangat besar dan secara ilegal sangat perlu untuk dicuci dulu sebelum bisa digunakan atau untuk diinvestasikan.
Salah satu cara dalam mencuci uang ialah dengan melakukan secara elektronik yang melalui antar bank atau sering dikenal dengan transfer kawat.
7. Peretasan
Peretas merupakan penyusup yang dapat mengakses si sistem komputer dan tanpa harus meminta izin.
Tujuan dari peretasan ini ada beberapa alasan, seperti karena keserakahan, kekuasaan, ketenaran dan atau ingin menunjukkan kepada para orang bahwa mereka ini pintar dalam melakukan sesuatu hal yang tidak banyak orang bisa lakukan.
8. Cyber bullying
Penindasan dalam dunia maya hampir mirip dengan sebuah penguntitan yang ada di dunia maya.
Tetapi bedanya pesan nya dapat berbahaya dan juga sangat dapat menyinggung.
Cyber bullying ini dapat dilakukan dengan melakukan atau memposting foto atau video yang dapat menyinggung calon korban.
Baca Juga: Inilah 4 Penyebab Website Mudah di Hack
9. Cyber stalking
Akan ada banyak sekali kasus penguntitan di dalam dunia maya dan biasanya hal ini terjadi pada anak remaja dan juga dewasa muda.
Biasanya juga antara korban dan juga penguntit ini saling mengenal.
Calon korban biasanya akan menjadi sasaran dalam pelecehan online yang dalam bentuk pesan dan atau email online.
Tujuan dari cyber stalking ini aialh untuk membuat calon korban menjadi sengsara atau bisa juga digunakan untuk meng kendali agar dapat berhubungan terus dengan korban.
10. Ransomware
Saat ini ransomware sedang mempengaruhi banyak sekali perusahaan dan juga belum lama ini memengaruhi NHS serta perusahaan besar lainnya.
Ransomware ini memasuki jaringan dari komputer serta mengenkripsi file dimana artinya bahwa tidak memiliki sebuah akses apa pun.
Para penyerang akan mengirimkan sebuah pemberitahuan dimana meminta sejumlah uang yang nominalnya cukup besar. Tujuan dari melakukan kejahatan ini agar mereka dapat mendapatkan cukup banyak uang dari orang yang membayar tebusan agar data mereka dapat kembali lagi.
11. Password Attack
Salah satu jenis cyber crime yang juga terjadi di tahun ini adalah password attack. Sesuai namanya, para hacker akan berusaha untuk memecahkan password akun Anda.
Untuk memecahkan password ini, para hacker biasanya menggunakan berbagai program seperti Aircrack, Abel, John the Ripper, Hashcat dan sebagainya.
Dari kasus-kasus yang terjadi, ada beberapa jenis password attack yang menyerang para korban. Contohnya seperti brute force, dictionary dan keylogger attacks.
Namun, ini masih bisa Anda cegah dengan melakukan beberapa upaya nih. Mulai dari menggunakan password dengan karakter yang unik (seperti password rekomendasi Google), rutin meng-update password dan sebagainya.
12. Spoofing
Jika Anda mendapatkan email aneh dari rekan dalam satu organisasi seperti meminta akses, sebaiknya ini Anda harus waspada.
Bisa jadi ini bukan berasal dari rekan Anda, melainkan attacker yang sedang melakukan aksi spoofing.
Spoofing sendiri merupakan salah satu jenis cyber crime yang marak terjadi di tahun ini. Penyerang nantinya akan berpura-pura menjadi orang dalam organisasi atau dari luar untuk mengakses informasi sensitif.
Tujuannya sendiri sudah pasti untuk melakukan tindakan cyber crime yang berbahaya dan sudah pasti akan merugikan organisasi.
Dalam melakukan aksinya, penyerang biasanya akan memalsukan alamat email maupun jaringan. Sehingga, korban akan kesulitan untuk mendeteksinya.
Penutup
Setelah mengetahui pengertian dari cyber crime dan juga jenis-jenis dari cyber crime, maka sebaiknya Anda saat ini perlu untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban dari cyber crime.
Agar Anda terhindar dari cyber crime sebaiknya mulai saat ini Anda perlu untuk berhati-hati. Terutama ketika bermain di dalam dunia maya dan seringlah Anda mengganti password email dan lainnya secara berkala.
Bila saat ini Anda sedang mencari jasa pembuatan website maka Anda dapat menggunakan jasa layanan pembuatan Bikin.Website yang telah dikenal sangat terpercaya dan juga aman.

