Menggunakan website dalam membangun branding sebuah bisnis memang bukan sesuatu yang asing lagi.
Namun, pernahkah Anda mencoba memanfaatkan microsite untuk memperkuat branding bisnis?
Istilah microsite memang belum terlalu familier bagi beberapa pebisnis online, tetapi beberapa brand besar pernah melakukannya, lho.
Sebut saja mycreativetype.com milik Adobe yang memungkinkan Anda untuk berinteraksi dengan konten di dalamnya.
Melihat beberapa merek besar menggunakannya, hal ini menandakan bahwa microsite memang memiliki potensi untuk memperkuat branding pada bisnis.
Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan microsite dan bagaimana cara membuatnya?
Tenang saja, bila membaca artikel ini hingga akhir, Anda bisa memahami microsite hingga cara membuatnya, lho!
Mengenal Microsite
Microsite adalah sebuah halaman atau website mini yang dibuat untuk tujuan branding atau promosi produk, layanan, hingga event.
Biasanya, microsite akan menggunakan domain atau subdomain yang berbeda dari website utama.
Secara teknis memang situs ini dibuat terpisah dari website utama agar tidak ‘mengganggu’ konten yang ada.
Sementara itu, konten yang ada di dalam microsite lebih difokuskan untuk kegiatan yang dapat memancing interaksi dengan audiens, sehingga dapat memperkuat hubungan antara brand dengan audiens.
Interaksi yang dimaksud tidak terbatas pada membaca artikel saja, tetapi juga bisa bermain game sekalipun.
Jadi, fungsinya cukup berbeda bila dibandingkan website yang sering digunakan untuk menjual produk, karena memang berfokus pada branding saja dan untuk menciptakan banyak engagement.
Nah, pasti Anda juga bertanya-tanya kapan sebaiknya menggunakan microsite, kan?
Microsite sangat tepat digunakan apabila Anda ingin mempromosikan sebuah acara, ingin menargetkan target audiens tertentu (secara spesifik), atau ingin memberikan informasi tentang niche dari sebuah campaign.
Meski tidak wajib untuk menggunakan microsite, tetapi bila Anda bisa memanfaatkannya dengan baik, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan banyak keuntungan, salah satunya yaitu branding yang kuat.
Berdasarkan fungsinya, microsite memiliki dua jenis yang berbeda. Apa saja, ya?
Baca Juga: Cara Cek Kecepatan Website dengan Mudah Pakai Tool Gratis
Jenis-Jenis Microsite
Bila memahami lebih dalam, microsite memiliki dua jenis, yakni microsite jangka pendek dan jangka panjang. Berikut penjelasannya.
1. Microsite Jangka Pendek (Campaign)
Sesuai namanya, microsite ini hanya berlaku selama campaign berlangsung, dan tentu tipe situs seperti ini akan memiliki URL yang berbeda dari website utama.
Karena campaign selalu mengincar engagement dari audiens, maka tak heran bila konten pada microsite ini sangat berbeda dari biasanya.
Lihatlah contoh microsite milik Lays www.messimessages.com, situs ini menggunakan teknologi AI untuk menciptakan sebuah video seorang Lionel Messi yang seolah-olah memberikan salam kepada penggemarnya.
Audiens hanya perlu mengisikan nama dan detail pesan, kemudian video AI akan dibuat berdasarkan permintaan audiens.
Dengan demikian, microsite ini sudah berhasil untuk menciptakan engagement dengan audiens. Menarik, bukan?
2. Microsite Jangka Panjang (Konten Reguler)
Sebaliknya, microsite ini tidak berfokus pada satu campaign saja, melainkan berisi konten reguler sebagai upaya memperkuat branding sebuah merek.
Salah satu contoh microsite yang digunakan untuk jangka panjang adalah milik Red Bull yang berisi majalah dan bisa dibaca secara gratis.
Red Bull menggunakan subdirektori domain untuk microsite ini, dan itu bukan menjadikan sebuah masalah.
Nah, Red Bulletin dan Messi Messages adalah beberapa dari banyaknya contoh microsite yang telah ada dan dibuat oleh merek/perusahaan di seluruh dunia.
Masih ada beberapa contoh microsite lain, seperti milik Adobe, Patagonia, IKEA, dan sebagainya.
Pada awal artikel tadi, kami juga sempat membahas mengenai manfaat microsite. Untuk lebih jelasnya, simak di bawah ini, ya.
Manfaat Microsite
- Meningkatkan Engagement
Microsite adalah sebuah platform sangat potensial untuk meningkatkan engagement karena konten yang disajikan berbeda dari website biasa.
Ketika audiens merasa terhibur dengan konten tersebut, bukan tidak mungkin mereka akan membagikannya kepada orang lain, sehingga berpotensi untuk terus meningkatkan engagement microsite.
- Memperkuat Branding
Dengan membuat microsite yang unik (karena menggunakan URL yang berbeda), Anda bisa lebih berkreasi secara total tanpa takut mengganggu tone konten pada website utama.
Nah, selain untuk campaign produk tertentu, Anda juga bisa membuat microsite ini untuk memperkuat branding merek/perusahaan Anda dengan mengulas sejarah, CSR, hingga sponsorship, misalnya.
- Meningkatkan Performa SEO Website
Jika Anda membuat microsite menggunakan domain yang berbeda (terpisah), Anda bisa menautkannya ke website utama sebagai tautan rujukan (backlink).
Ketika microsite juga sudah memiliki banyak traffic, hal ini tentu akan menjadi pundi-pundi penyiumbang traffic di website utama.
Dengan demikian, performa SEO Anda semakin meningkat dan akan lebih mudah untuk tampil di mesin pencarian.
Nah, sebagai penutup, kami juga akan memberikan tutorial bagaimana cara membuat microsite, lho.
Baca Juga: Apakah Membuat Website Harus Bayar? Ketahui Tipsnya Berikut
Cara Membuat Microsite
Membuat microsite tak ubahnya seperti website pada umumnya, Anda pasti juga harus memiliki beberapa komponen wajib, yang di antaranya adalah domain, hosting, SSL, hingga template yang sesuai dengan kebutuhan microsite.
- Langkah yang perlu Anda lakukan pertama untuk membuat microsite adalah memilih domain yang unik dan sesuai dengan campaign Anda.
- Setelah itu, pilihlah hosting terbaik yang memberikan performa cepat dan uptime yang tinggi, ya. Anda bisa menggunakan produk hosting VPS, unlimited hosting, atau WordPress hosting.
- Untuk langkah berikutnya, pembuatan microsite bisa dilakukan menggunakan WordPress atau secara custom dari nol dan memakai jasa pembuatan website.
Bila menggunakan WordPress, Anda hanya perlu ‘bermain’ tema dengan kreativitas yang tinggi.
Masalahnya, tidak semua orang memiliki kemampuan dalam mengonfigurasi tema WordPress, karena tema WordPress sendiri juga memiliki tingkat kerumitan yang berbeda-beda.
Maka dari itu, Anda bisa menggunakan opsi kedua, yaitu memakai jasa pembuatan website dari Bikin.Website.
Kami mampu membuatkan berbagai jenis website yang sesuai dengan permintaan Anda, termasuk website sekolah, website desa, hingga toko online.
Dengan harga mulai dari Rp84.000 saja, Anda bisa memilih spesifikasi hosting dan domain, lho! Yuk konsultasi sekarang. Gratis!



