Apakah Anda pernah mendengar istilah Scrum Agile?
Jenis dari metode Agile satu ini sedang berkembang menjadi salah satu jenis Agile yang populer digunakan dibandingkan dengan jenis Agile lainnya.
Bila Anda bekerja di dalam sebuah proyek maka perlu untuk memahami pengertian apa itu Scrum yang sangat rinci.
Apa Itu Scrum

Pengertian dari apa itu Scrum adalah sebuah framework atau kerangka kerja dan bukan merupakan proses teknik atau pun metodologi.
Kerangka kerja Scrum dibuat supaya tim dapat mengatasi masalah kompleks yang adaptif atau pun juga masalah yang senantiasa berubah.
Bagaimana hal ini dapat terjadi?
Hal ini dapat terjadi karena Scrum telah berkunci pada kolaborasi tim yang dapat mengacu di nilai Agile Manifesto yaitu incremental (bertahap) dan iterative (berkala).
Kenapa seperti itu? Alasannya karena Scrum ini dijalankan oleh sebuah tim yang biasanya jumlahnya tidak terlalu besar dan juga menjadi pengendali penuh untuk sistem kerja kedepannya.
Scrum ini akan membantu tim agar dapat mengambil keputusan, memecahkan masalah dan juga membangun komunikasi yang dinamis antar para anggota tim.
Tahapan Metode Scrum
Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk dapat melakukan metode Scrum.
Berikut tahapannya:
1. Menentukan Tim Scrum
Untuk menentukan tim Scrum, biasanya di dalam tim beranggotakan lima sampai sembilan orang.
Semua anggota ini harus memiliki skill dan juga dapat mencakup menjadi penguji, developer, perancang, pendukung, analisis bisnis dan juga quality check.
Semua anggota dapat bekerja sama serta bertanggung jawab agar dapat memastikan bahwa mereka dapat memproduksi produk yang nantinya akan mereka presentasikan.
2. Menentukan Waktu Sprint
Sprint merupakan tenggang waktu yang berlangsung antara tujuh sampai tiga puluh hari.
Tentukan deadline di saat meeting perencanaan agar komitmen dalam menyelesaikan proyek ini.
Di akhir sprint ini biasakan melakukan review ataupun ulasan seperti mendemonstrasikan hasil kerja.
Di tahap ini juga, semua jenis perbaikan dapat dikerjakan supaya dapat dikerjakan di sesi Sprint selanjutnya.
3. Tunjuk Seorang Scrum Master

Scrum Master merupakan seorang katalisator di sebuah kelompok Scrum.
Tugas mereka untuk memastikan kelompok Scrum ini bekerja secara efektif dan juga efisien.
Bila ada hambatan maka Scrum Master akan menindaklanjuti serta menyelesaikan masalah yang ada.
Scrum Master juga biasanya dikenal dengan manajer proyek yang ada di dalam tim, tetapi Scrum Master tidak boleh untuk mendikte apa yang dikerjakan oleh tim serta tidak boleh untuk terlibat pengelolaan micro management.
Scrum Master ini juga akan membantu para tim untuk merencanakan pekerjaan Sprint selanjutnya.
4. Tunjuk Pemilik Produk
Product Owner adalah seorang yang tugasnya bertanggung jawab serta memastikan tim dapat menghasilkan sebuah produk yang dapat dipresentasikan atau pun dipasarkan ke klien, bisnis dan atau siapapun itu yang menginginkan proyek tersebut.
Pemilik produk biasanya juga menuliskan persyaratan sehubungan dengan apa yang diinginkan pada produk tersebut yang dalam bentuk cerita.
Setelah itu memprioritaskan poin tertentu dalam memproses pembuatan serta memasukkan ke dalam product backlog.
5. Membuat Product Backlog Awal
Yang dimaksud dari product backlog ialah daftar keinginan yang berupa semua isi cerita para pengguna, dimana mengharapkan akan dapat dibuat serta diselesaikan di dalam proyek tersebut.
Cerita yang penting berada pada urutan paling atas sampai keseluruhan cerita ini tersusun secara teratur menurut urutan kepentingannya.
Biasanya juga sebuah cerita akan berisi dua jenis pekerjaan, yaitu ada Stories dan juga Epics.
Untuk Epics sendiri merupakan sebuah cerita tingkat tinggi dan sketsanya sangat kasar serta tidak banyak detailnya.
Sedangkan untuk Stories persyaratannya akan lebih rinci mengenai hal yang harus dilakukan.
6. Rencanakan dan Mulai Sprint
Dilihat dari prioritas backlog, dalam sebuah tim akan dapat memulai mengambil item yang berasal dari daftar paling atas.
Selanjutnya tim akan melakukan brainstorming serta memutuskan daftar tugas atau task list serta berapa banyak yang akan dapat mereka selesaikan di dalam Sprint selanjutnya.
Bila semua anggota tim telah setuju, maka Sprint dapat dimulai serta tim akan mulai mengerjakan proyek tersebut.
7. Tutup dan Mulai Sprint Selanjutnya
Bila batas waktu sudah tiba dan juga semua pekerjaan yang telah direncanakan selesai maka tim boleh memutuskan pekerjaan selanjutnya dan akan dipindahkan ke Sprinta selanjutnya.
Ketika menyelesaikan tugas, sebuah tim akan disarankan untuk melakukan retrospektif dengan tujuan untuk dapat mendiskusikan suatu hal yang sedang berjalan ini berjalan dengan baik atau tidak.
Dan akan ada perbaikan pada Sprint berikutnya.
Sehabis itu, akan ada pertemuan yang membahas Sprint berikutnya atau dapat juga dimulai dengan menggunakan proses yang sama.
Biasanya tidak ada batasan dalam jumlah Sprint, kecuali bila telah ditetapkan dengan ada deadline yang berdasarkan dari waktu, budget atau seluruh backlog telah selesai.
Kelebihan Scrum Agile
Kelebihan dari menggunakan Scrum Agile ini Anda dapat mengelola bisnis atau proyek menjadi lebih efisien.
Selain itu juga membuat kerja tim menjadi lebih efektif serta terfokus.
Scrum juga dapat menjadi solusi bagi proyek yang tertunda-tunda atau sering mangkrak.
Penutup
Agile dan Scrum adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan di dalam ekosistem Software Development.
Dengan kata mengenai apa itu Scrum adalah kerangka kerja yang dapat digunakan untuk dapat mengimplementasikan pengembangan dari Agile.
Bila Anda sedang membuat proyek sebuah website dan membutuhkan sebuah domain dan hosting maka Anda dapat menggunakan jasa layanan pembuatan website.
Salah satunya yaitu jasa layanan pembuatan website Bikin.Website yang sudah terpercaya dan juga aman.
Bila masih ada yang ingin ditanyakan silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.
Terima kasih.

