Pengertian database pastinya setiap orang harus mengetahuinya.
Terlebih lagi di zaman saat ini hampir setiap orang sudah menggunakan perangkat digital seperti laptop, komputer, smartphone dan masih banyak lagi.
Dengan begitu membuat setiap orang untuk mengakses aplikasi baik secara online ataupun secara offline.
Tahukah Anda bagaimana semua itu dapat terjadi?
Semua itu terjadi karena adanya sistem proses dalam penyimpanan data yang sering disebut dengan database.
Pengertian database adalah sebuah istilah dalam teknologi jaringan komputer yang memiliki banyak manfaat dalam menyimpan data.
Selain itu ada juga fungsi serta jenis database yang masuk dalam bidang teknologi.
Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel ini dalam membahas pengertian database.
Pengertian Database

Basis data atau database adalah sebuah kumpulan data yang dapat dikelola sedemikian rupa berdasarkan dari ketentuan tertentu dan saling memiliki hubungan sehingga akan mudah dalam mengelolanya.
Melalui pengelolaan ini para pengguna dapat lebih mudah dalam mencari suatu informasi, menyimpan suatu informasi dan juga membuang suatu informasi.
Ada juga pengertian database lainnya yaitu sebuah sistem yang berfungsi untuk mengumpulkan file, tabel dan atau arsip yang telah terhubung dan juga telah disimpan dalam berbagai tempat di media elektronik.
Contoh dan Fungsi Database
Ada beberapa contoh atau jenis dari database yang dapat beroperasi di sebuah perangkat.
Dan dari beberapa contoh atau jenis database tersebut akan ada sekitar lima belas macam produk yang memiliki fungsi berbeda-beda setiap jenisnya.
Berikut ini contoh dan fungsi database yang perlu diketahui:
1. Operational Database
Operational Database atau biasa disebut dengan On Line Transaction Processing atau OLTP ini memiliki fungsi dalam mengelola data yang dinamis secara real time atau secara langsung.
Jenis ini akan memungkinkan para penggunanya untuk dapat melakukan, melihat dan juga memodifikasi data.
Modifikasi yang dimaksud ini dapat berupa seperti menambah, mengubah serta menghapus data secara langsung dengan menggunakan perangkat keras yang digunakan.
Contoh dari jenis Operational Database ini seperti:
- XML
XML atau Extensible Markup Language merupakan sebuah bahasa program markup yang memiliki sebuah aturan untuk dapat memberikan dua kode dokumen berbeda yang dapat dibaca oleh manusia dan juga dapat dibaca oleh komputer.
Melalui XML ini juga akan menghasilkan sebuah format data yang berupa teks dan dapat digunakan dalam merepresentasikan struktur basis data.
Selain itu juga sinkronisasi data dapat dilakukan secara langsung atau real time oleh pengguna.
Bahasa program XML ini sangat cocok digunakan dalam menangani basis data web browser dan juga web server.
- JSON
JSON atau JavaScript Object Notation adalah suatu format file yang menggunakan sebuah teks untuk melakukan pengiriman data.
Format ini sangat umum digunakan oleh pengguna untuk melakukan pertukaran data seperti berkomunikasi secara cepat dengan melalui web browser dan juga web server.
Sinkronisasi data dapat dilakukan secara langsung atau real time seperti XML.
Format JSON ini juga berasal dari pemrograman JavaScript dan memiliki format bahasa yang berbeda dari jenis lainnya.
Semua file JSON juga selalu menggunakan ekstensi khusus yaitu “.json”.
2. Database Warehouse
Database Warehouse merupakan sebuah sistem data yang dapat digunakan untuk analisis data dan untuk pelaporan.
Database Warehouse ini merupakan repository central data yang terpadu dari satu sumber data atau lebih yang berbeda-beda.
Database ini dapat menyimpan data terkini dan juga historis di satu tempat yang digunakan dalam membuat laporan analisis.
Data yang disimpan dalam warehouse ini awalnya akan diunggah dari sistem operasi.
Setelah itu data akan melewati penyimpanan operasional serta memungkinkan untuk melakukan pembersihan data.
Proses ini dapat menjadi operasi tambahan dan juga dapat memastikan kualitas data sebelum data digunakan di warehouse untuk menjadi laporan.
- Microsoft SQL Server
Microsoft SQL Server merupakan sistem basis data yang dibuat oleh Microsoft.
Sebagai server database, sistem ini merupakan sebuah produk perangkat lunak yang memiliki fungsi dalam menyimpan serta mengambil data yang sesuai dengan permintaan aplikasi lainnya.
Hal ini memungkinkan dapat berjalan baik lewat komputer yang sama atau dengan komputer lainnya dengan menggunakan jaringan internet.
3. Distributed Database
Distributed Database merupakan basis data yang perangkat penyimpanannya tidak terpasang di perangkat komputer yang sama.
Basis data ini juga disimpan di dalam beberapa perangkat komputer yang letaknya ditempat yang sama dan atau telah tersebar di jaringan komputer lainnya yang sudah saling berhubungan.
Sistem ini juga tidak sama dengan sistem paralel yang menggabungkan erat serta bersistem data tunggal.
Selain itu sistem ini terdistribusi melalui situs yang tergabung serta tidak memiliki komponen fisik.
Melewati administratornya, basis data ini dapat mendistribusikan sekumpulan data yang ada di beberapa lokasi pada server jaringan terorganisir.
- Microsoft Access (Office)
Microsoft Access merupakan sistem DBMS yang dapat menggabungkan Microsoft Jet Database Engine dengan alat pengembang perangkat lunak.
Microsoft Access ini dapat menyimpan data dengan menggunakan format sendiri.
Dengan menggunakan software ini para pengguna dapat mengimpor ataupun menghubungkan langsung data yang sudah tersimpan di dalam database lainnya.
Microsoft Access sangat cocok digunakan di sistem informasi dengan menggunakan distributed database.
Hal ini dapat terjadi karena menyimpan file tidak membutuhkan server database aktif sehingga sangat portable.
4. Relational Database

Relational Database atau sering disebut dengan basis data relasional merupakan basis data yang dapat mengorganisir melalui model hubungan data.
Banyak sekali perangkat lunak yang menggunakan sistem ini salah satunya yaitu SQL atau Structure Query Language yang dapat mengatur serta memelihara basis data dan query.
- MySQL
MySQL merupakan sebuah sistem dalam memanajemen basis data relasional.
Saat ini banyak sekali produk IT yang dibuatnya dengan menggunakan MySQL.
Contohnya seperti WordPress, Flickr, Google, Jommla, Facebook, phpBB, MODx, Drupal dan Youtube menggunakan sistem ini dalam memanajemen basis data relasional.
5. End User Database
- SQLite
SQLite merupakan sistem manajemen basis data yang ada di library pemrograman C.
Berbeda dari sistem lainnya, SQLite ini bukan merupakan mesin database client server.
SQLite ini tertanam di dalam program akhir sehingga akan cocok digunakan dalam mendukung penyimpanan data di akhir end user.
SQLite ini sangat populer digunakan dalam perangkat lunak database untuk dapat menyimpan lokal atau client melalui perangkat lunak.
Penutup
Setelah membahas pengertian database, contoh dari database dan juga fungsinya semoga Anda sudah lebih paham lagi mengenai database.
Ketika Anda sedang membuat suatu website pastinya tetap akan membutuhkan database dan membutuhkan sebuah hosting serta domain.
Salah satu jasa pembuatan website yang sudah terpercaya adalah Bikin.Website, selain itu juga layanan jasa pembuatan website ini juga sangat aman.
Bila masih ada pertanyaan yang ingin ditanyakan silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.
Terima kasih.

