{"id":3720,"date":"2024-08-13T16:25:35","date_gmt":"2024-08-13T09:25:35","guid":{"rendered":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?p=3720"},"modified":"2024-08-13T16:25:35","modified_gmt":"2024-08-13T09:25:35","slug":"perbandingan-subdomain-dan-subdirectory","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/","title":{"rendered":"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Anda pernah menjumpai suatu situs dengan struktur <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-itu-url\/\" rel=\"\">URL<\/a> yang berbeda? Misalnya <\/span><b><i>blog.<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">namawebsite.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">namawebsite.net\/<\/span><\/i><b><i>blog<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika pernah, artinya kedua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut menggunakan subdomain dan subdirectory.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, baik subdomain maupun subdirectory dipakai untuk mengelola konten yang terpisah dari situs utama, terutama konten yang benar-benar berbeda berdasarkan temanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena tidak ingin mencampuradukkan konten, pemilik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mempunyai dua opsi sebagai solusinya, yakni menggunakan subdomain atau subdirectory.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, selain struktur USL, sebenarnya apa perbedaan subdomain dan subdirectory? Mana yang lebih baik untuk SEO? Silakan baca artikel berikut ini agar dapat menemukan jawabannya!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Subdomain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Subdomain adalah bagian tambahan dari domain utama yang dibuat untuk maksud tertentu, dan subdomain akan berlaku sebagai situs yang terpisah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengidentifikasi subdomain adalah dari struktur URL, seperti yang sudah disebutkan pada awal artikel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama subdomain terletak di depan nama domain dan dipisahkan oleh tanda titik, misalnya <\/span><b><i>produk.<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">jenama.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena berdiri sendiri sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terpisah dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jenama.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, subdomain produk ini dapat diisi konten yang berbeda dengan domain utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Anda juga bisa membuat lebih dari satu subdomain untuk pemisahan konten yang lebih luas lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, Anda bisa membuat subdomain yang secara khusus menampilkan layanan bantuan, yakni <\/span><b><i>bantuan<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">.jenama.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kemudian situs khusus untuk menampilkan artikel, alamatnya <\/span><b><i>blog<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">.jenama.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau untuk menyajikan konten dalam bahasa lainnya, seperti <\/span><b><i>en<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">.jenama.id<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Subdirectory<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Subdirectory atau subfolder, adalah sebuah folder yang ada di dalam domain utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika subdomain akan berdiri sendiri sebagai situs yang terpisah, maka tidak dengan subdirectory.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, subdirectory masih menginduk kepada domain utama. Kendati demikian, Anda tetap dapat mengelola konten secara terpisah, bahkan dengan <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/mengapa-website-butuh-cms\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CMS<\/a> yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara struktural URL, subdirectory menempati posisi di belakang nama domain, dan dipisahkan oleh tanda garis miring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situs yang sedang Anda buka sekarang ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bikin.website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, juga menggunakan subdirectory bernama <\/span><b>blog<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, maka jelas bahwa struktur URL-nya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bikin.website\/<\/span><\/i><b><i>blog<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya dengan subdomain, Anda bisa membuat lebih dari satu subdirectory dengan nama yang berbeda-beda, berdasarkan kebutuhan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbandingan Subdomain dan Subdirectory<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca masing-masing definisinya, bisa disimpulkan bahwa subdomain adalah seperti sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang terpisah dari domain utama, sedangkan subdirectory adalah bagian dari struktur internal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Subdomain dan subdirectory adalah dua konsep penting dalam struktur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang acapkali membingungkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun keduanya digunakan untuk mengorganisasi konten dalam sebuah website, keduanya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, manakah yang lebih baik? Simak perbandingan subdomain dan subdirectory berikut ini, yuk!<\/span><\/p>\n<table dir=\"ltr\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" data-sheets-root=\"1\" data-sheets-baot=\"1\">\n<colgroup>\n<col width=\"151\" \/>\n<col width=\"365\" \/>\n<col width=\"307\" \/><\/colgroup>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Aspek Perbandingan<\/td>\n<td>Subdomain<\/td>\n<td>Subdirectory<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>SEO<\/td>\n<td>Subdomain dianggap sebagai situs yang terpisah dari domain utama, sehingga memerlukan optimasi dari awal, dan\u00a0<em>authority<\/em> milik domain utama tidak dapat memengaruhi ranking.<\/td>\n<td>Sementara itu, mesin pencari mengidentifikasi subdirectory masih termasuk bagian dari domain utama. Karenanya, subdirectory dapat mewarisi dan mewariskan <em>authority<\/em> dengan domain utama.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Branding<\/td>\n<td>Subdomain sering kali dilihat sebagai merek atau <em>brand<\/em> yang terpisah, meskipun masih terkait dengan merek utama karena masih tercantum pada URL. Anda bisa memanfaatkannya untuk menciptakan identitas yang berbeda dan menargetkan audiens yang lebih beragam tanpa perlu merusak <em>branding<\/em> pada domain utama.<\/td>\n<td>Sedangkan, subdirectory lebih dianggap sebagai bagian dari merek utama. Alhasil, ini bisa membantu memperkuat identitas merek utama dan memberikan kesan yang lebih menyatu.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><b>Jadi, Mana yang Lebih Baik?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya adalah: <strong>tergantung<\/strong> dengan kebutuhan. Ada pengguna yang lebih butuh subdomain ketimbang subdirectory, dan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua opsi tersebut sangat wajar terjadi, mengingat kebutuhan setiap pemilik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, kita tidak dapat menilai mana yang lebih antara subdomain dan subdirectory tanpa mengetahui kebutuhan terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, bagaimana cara mengetahui kebutuhan tersebut? Anda bisa menyimak pembahasan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kapan Sebaiknya Menggunakan Subdomain?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa pertimbangan mengapa Anda membutuhkan subdomain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengelola konten yang sangat berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> utama: Jika Anda memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> utama dan ingin membuat<em> website<\/em> lain dengan isi konten sangat berbeda, seperti blog terpisah dari <em>website<\/em> bisnis, atau halaman layanan bantuan pelanggan, subdomain bisa jadi pilihan yang tepat. Justru ini akan memberikan identitas yang lebih mandiri pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tim yang berbeda: Memiliki tim yang berbeda untuk mengelola konten pada bagian tertentu dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Subdomain bisa memudahkan pengelolaan dan pembagian tugas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Server atau hosting yang berbeda: Terkadang, ada pengelola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sengaja menggunakan lebih dari satu server untuk berjaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya terkena serangan siber atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">force majeure. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, Anda juga bisa membuat subdomain dan menyimpannya di server yang berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Target pasar yang berbeda: Ingin menargetkan pasar yang berbeda dan menyesuaikannya dengan konten yang berbeda? Pilihlah subdomain. Sebab, Anda mengoptimalkan SEO untuk audiens pada masing-masing wilayah, lo.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Kapan Sebaiknya Menggunakan Subdirectory?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, menjatuhkan pilihan ke subdirectory juga tidaklah menjadi masalah apabila Anda memiliki beberapa pertimbangan seperti di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konten yang saling berkaitan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">utama: Apabila konten yang ingin Anda tampilkan masih berkaitan erat dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> utama, subdirectory bisa menjadi pilihan terbaik. Dengan begini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">authority <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">website Anda terhadap suatu tema akan tetap terjaga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur website yang sederhana: Karena masih di dalam satu \u2018atap\u2019 yang sama dengan domain utama, ini akan membuat struktur URL situs Anda tetap sederhana dan mudah dinavigasi, yang membuat pengalaman pengguna (UX) semakin meningkat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">SEO: Dari sudut pandang SEO, subdirectory cenderung lebih disukai karena dapat membantu memusatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">authority<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada domain utama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Nah, itulah perbandingan subdomain dan subdirectory, mulai dari definisi hingga karakteristiknya.<\/p>\n<p>Setelah membaca artikel ini, mana yang lebih Anda pilih: subdomain atau subdirectory? Tulis jawaban Anda pada kolom komentar di bawah ini, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda pernah menjumpai suatu situs dengan struktur URL yang berbeda? Misalnya blog.namawebsite.com atau namawebsite.net\/blog. Jika pernah, artinya kedua website tersebut menggunakan subdomain dan subdirectory. Umumnya, baik subdomain maupun subdirectory dipakai untuk mengelola konten yang terpisah dari situs utama, terutama konten yang benar-benar berbeda berdasarkan temanya. Karena tidak ingin mencampuradukkan konten, pemilik website mempunyai dua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[223],"tags":[],"class_list":["post-3720","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-seo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sedang berencana memisahkan konten pada website, dan bingung memilih antara subdomain dan subdirectory? Artikel ini mengulas perbedaannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sedang berencana memisahkan konten pada website, dan bingung memilih antara subdomain dan subdirectory? Artikel ini mengulas perbedaannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bikin.Website\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-13T09:25:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jordy Prayoga\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jordy Prayoga\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Jordy Prayoga\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90\"},\"headline\":\"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?\",\"datePublished\":\"2024-08-13T09:25:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/\"},\"wordCount\":882,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"SEO\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/\",\"name\":\"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-08-13T09:25:35+00:00\",\"description\":\"Sedang berencana memisahkan konten pada website, dan bingung memilih antara subdomain dan subdirectory? Artikel ini mengulas perbedaannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"description\":\"Tips Bikin Website dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"width\":3342,\"height\":409,\"caption\":\"Bikin.Website\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90\",\"name\":\"Jordy Prayoga\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4da0763d3b466ba855b56a7b10428b8086e183b1ef465e1068c8c4cc2cf5d45a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4da0763d3b466ba855b56a7b10428b8086e183b1ef465e1068c8c4cc2cf5d45a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4da0763d3b466ba855b56a7b10428b8086e183b1ef465e1068c8c4cc2cf5d45a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jordy Prayoga\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/author\\\/jordy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?","description":"Sedang berencana memisahkan konten pada website, dan bingung memilih antara subdomain dan subdirectory? Artikel ini mengulas perbedaannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?","og_description":"Sedang berencana memisahkan konten pada website, dan bingung memilih antara subdomain dan subdirectory? Artikel ini mengulas perbedaannya!","og_url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/","og_site_name":"Bikin.Website","article_published_time":"2024-08-13T09:25:35+00:00","author":"Jordy Prayoga","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Jordy Prayoga","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/"},"author":{"name":"Jordy Prayoga","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90"},"headline":"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?","datePublished":"2024-08-13T09:25:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/"},"wordCount":882,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"articleSection":["SEO"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/","name":"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-08-13T09:25:35+00:00","description":"Sedang berencana memisahkan konten pada website, dan bingung memilih antara subdomain dan subdirectory? Artikel ini mengulas perbedaannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/perbandingan-subdomain-dan-subdirectory\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bikin.website\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbandingan Subdomain dan Subdirectory, Mending Mana?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","name":"Bikin.Website","description":"Tips Bikin Website dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization","name":"Bikin.Website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","width":3342,"height":409,"caption":"Bikin.Website"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90","name":"Jordy Prayoga","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4da0763d3b466ba855b56a7b10428b8086e183b1ef465e1068c8c4cc2cf5d45a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4da0763d3b466ba855b56a7b10428b8086e183b1ef465e1068c8c4cc2cf5d45a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4da0763d3b466ba855b56a7b10428b8086e183b1ef465e1068c8c4cc2cf5d45a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jordy Prayoga"},"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/author\/jordy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3720"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3724,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3720\/revisions\/3724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}