{"id":3374,"date":"2023-09-18T16:00:54","date_gmt":"2023-09-18T09:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?p=3374"},"modified":"2023-11-22T11:39:52","modified_gmt":"2023-11-22T04:39:52","slug":"a-b-testing-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/","title":{"rendered":"Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Anda membuat desain website, langkah terakhir apa nih yang Anda lakukan? Apakah Anda langsung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">publish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau cek ulang lagi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Anda langsung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">publish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebaiknya jangan Anda lakukan lagi, ya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Publish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website tanpa melakukan pengecekan ulang malah akan membuat Anda melewatkan banyak hal penting, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi, ada fitur yang tidak bekerja dengan baik ketika website diluncurkan. Bisa juga, ternyata desain website yang Anda buat tidak memberikan hasil konversi yang maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau begini, jelas Anda akan rugi karena harus rombak desain website lagi, alias <\/span><b><i>kerjanya dua kali<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka dari itu, penting sekali untuk mengecek kembali desain website sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">publish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan cara melakukan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Masalahnya saya nggak ngerti apa itu A\/BA testing! <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda belum terlalu mengenal apa itu A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak masalah sama sekali kok karena kita akan mempelajarinya bersama di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begitu, pelajari selengkapnya dalam pembahasan berikut ini, yuk!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu A\/B Testing?<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3375\" src=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-scaled.jpg\" alt=\"a\/b testing adalah\" width=\"575\" height=\"510\" srcset=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-scaled.jpg 2560w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-300x267.jpg 300w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1024x910.jpg 1024w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-768x683.jpg 768w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1536x1365.jpg 1536w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-2048x1820.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 575px) 100vw, 575px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengecek ulang produk yang Anda buat sebelum meluncurkannya itu penting supaya Anda bisa mengetahui bagian mana sih yang harus diperbaiki lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula saat Anda membuat desain website. Namun, pengetesan yang dilakukan ini sedikit berbeda nih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih melakukan uji coba pada hasil akhir, Anda harus menjalankan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada desain website yang Anda buat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini sendiri merupakan eksperimen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan menguji dan membandingkan dua jenis desain website yang berbeda langsung ke audiens.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau sering disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">split test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini dilakukan dengan tujuan supaya kita bisa mengidentifikasi nih, desain website mana sih yang paling efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya soal desain ya, tapi di sini Anda juga akan melihat elemen apa yang paling efektif dalam mencapai tujuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya Anda membuat 2 desain website yang berbeda. Desain pertama tidak menampilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">icon <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">media sosial, sedangkan yang kedua menampilkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ternyata dari hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan kepada beberapa audiens atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real users<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hasil menunjukkan audiens banyak menggunakan fitur tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini berarti elemen yang satu ini cukup efektif nih untuk meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun kemungkinan terjadinya konversi di website Anda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kenapa A\/B Testing Harus Ada dalam Proses Desain Website?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa harus melakukan tes pada 2 jenis desain website yang berbeda? Kenapa tidak memantapkan 1 desain saja dan diuji pada audiens?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Well<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, setiap orang tentu punya sifat yang berbeda-beda dan Anda tidak bisa memperlakukan semua orang dengan cara yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya dengan audiens atau target pasar dari website Anda. Mereka memiliki perilaku yang sangat amat berbeda dari audiens website lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk memuaskan mereka, tentu Anda harus berkomunikasi dengan cara yang berbeda, bukan? Salah satunya melalui desain website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah mengapa A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini penting untuk Anda lakukan supaya jangan sampai Anda salah dalam berkomunikasi dengan audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada beberapa hal lainnya nih yang membuat A\/B <em>testing<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini <a href=\"https:\/\/neilpatel.com\/blog\/ab-testing-introduction\/\">penting dalam proses desain website<\/a>.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/pentingnya-user-experience\/\">Ini Pentingnya User Experience dalam Web Design, Jangan Skip!<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>1. Membantu Anda Memahami Audiens<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah kami sebutkan, setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu pasti memiliki audiens dengan perilaku dan karakter yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Audiens <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> A mungkin memiliki perilaku dan karakter yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fun<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sedangkan, audiens <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> B memiliki perilaku dan karakter yang berbanding terbalik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan keadaan seperti ini, tentu Anda tidak bisa <\/span><b><i>nyontek<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> desain website <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lain hanya karena produk Anda sama dong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena bisa jadi audiens Anda malah tidak suka nih dengan desain website <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut. Dengan melakukan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda bisa lebih mengetahui <\/span><b><i>sebetulnya apa sih kesukaan audiens saya?<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa tahu elemen seperti apa yang mereka sukai atau lebih memudahkan aktivitas mereka di website Anda. Sehingga, Anda bisa memberikan yang terbaik nih untuk audiens Anda.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Bisa Meningkatkan Konversi di Website Anda<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya tidak percaya, angka konversi yang rendah di website itu juga bisa disebabkan oleh desain yang tidak memenuhi kebutuhan pengunjung atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya dalam halaman utama, Anda meletakkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">form subscribe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendapatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leads<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun masalahnya, Anda meletakkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">form<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini di area yang sulit terlihat langsung oleh mata pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, pengunjung malah <\/span><b><i>nganggurin form subscribe yang Anda bikin<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalau begini, <\/span><b><i>sayang banget kan kehilangan pengunjung potensial?<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, akan beda hasilnya kalau Anda meletakkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">form subscribe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di area yang strategis. Misalnya Anda letakkan di bawah sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">footer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan ukuran yang cukup besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau bisa juga Anda buat <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/cara-membuat-contact-form-di-wordpress\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">form subscribe<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ini menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">floating<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di sepanjang halaman. Tentu pengunjung akan langsung melihat dan hasilnya pun jelas lebih maksimal, kan?<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mengurangi Angka Bounce Rate<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah Anda pernah melihat angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi di halaman tertentu? Kalau iya, seharusnya Anda segera mencurigai hal ini lho karena artinya ada masalah pada website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, salah satunya ini bisa terjadi karena desain website yang kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan para pengunjung maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya desain yang kurang efisien maupun alur website yang terlalu rumit bagi pengunjung. Kalau begini, pengunjung jelas malas untuk melanjutkan dan berujung pada <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/\" rel=\"\">angka <em>bounce rate<\/em> yang tinggi<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, supaya hal ini tidak terjadi pada website Anda, A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">perlu Anda lakukan. Dengan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda bisa mengetahui dengan pasti apakah elemen, fitur serta tampilan visual website Anda betul-betul sudah sesuai dengan kebutuhan pengunjung atau belum.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Melakukan A\/B Testing dalam Desain Website<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melakukan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tentu tidak bisa sembarangan. Supaya hasilnya lebih maksimal, ada beberapa <a href=\"https:\/\/blog.hubspot.com\/marketing\/how-to-do-a-b-testing\">cara yang bisa Anda lakukan<\/a> nih, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Menentukan elemen atau halaman yang ingin dites<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini akan membantu Anda untuk lebih <\/span><b><i>menyempitkan<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> area yang akan Anda analisa hasilnya nanti.<\/span><\/li>\n<li><b>Tentukan juga tujuan Anda melakukan A\/B <\/b><b><i>testing<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalau tujuan Anda untuk meningkatkan konversi, Anda bisa lebih fokus dalam menganalisa hasilnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><b>Setelah tujuannya jelas, Anda bisa menentukan kontrol dan <\/b><b><i>challenger<\/i><\/b><b>-nya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Misalnya Anda ingin melihat apakah mengubah tombol produk bisa meningkatkan konversi, maka Anda harus membuat desain dengan tombol dan tanpa tombol.<\/span><\/li>\n<li><b>Bagi kelompok <\/b><b><i>sampel <\/i><\/b><b>Anda secara merata dan acak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini supaya hasilnya lebih akurat dan sesuai.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><b>Lakukan tes dan analisa hasilnya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Apakah A\/B Testing Bisa Dilakukan dengan Tools?<\/b><\/h3>\n<p><b><i>Benar<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda bisa melakukan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada desain website menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti Google Optimize, Nelio A\/B Testing, HubSpot dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda tinggal memilih A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">tools<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, ya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Apakah A\/B Testing Harus Dites pada 2 Kelompok yang Berbeda?<\/b><\/h3>\n<p><b><i>Benar<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, supaya hasilnya lebih efektif dan efisien, Anda harus melakukan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 2 kelompok <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sampel <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan data empiris tentang performa relatif dari kedua desain website yang sudah Anda buat.<\/span><\/p>\n<h3><b>Yuk, Lakukan A\/B Testing Sebelum Meluncurkan Website!<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, sebagai pemilik website kita merasa yakin dengan desain yang dibuat. <\/span><b><i>Rasanya sudah menarik pengunjung lah, fitur-fiturnya juga sudah lengkap.<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda mungkin merasa sudah tidak ada lagi yang perlu diperbaiki. Namun, ketika website diluncurkan, ternyata hasilnya malah tidak sesuai harapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, inilah yang akan terjadi kalau Anda membuat sesuatu hanya dengan \u201c<\/span><b><i>rasa-rasanya<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d dan \u201c<\/span><b><i>kira-kira<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Padahal, belum tentu pengunjung atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> senang dengan desain website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah mengapa Anda harus melakukan A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih dulu sebelum meluncurkan hasil final desain website. A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri adalah eksperimen yang dilakukan untuk melihat dari antara 2 desain, mana yang memberikan hasil terbaik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika Anda merasa desain website yang sekarang kurang memberikan hasil yang sesuai harapan, Anda bisa menyerahkannya pada tim Bikin.Website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa konsultasikan apa yang menjadi kesalahan dari desain website Anda yang sekarang dan berikan konsep yang Anda inginkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background\" style=\"background-color: #181585;\" href=\"https:\/\/bikin.website\/?utm_source=website&amp;utm_medium=blog&amp;utm_campaign=website-blog-bikinwebsite-a%2Fb+testing\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Konsultasikan Website Anda, Gratis!<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begitu, sampai di sini dulu pembahasan kali ini, ya. Semoga Anda sudah lebih memahami mengenai A\/B <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan pentingnya dalam proses desain website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada pertanyaan lain atau ingin berdiskusi tentang topik ini, jangan ragu buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">drop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pendapat Anda lewat kolom komentar, ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika Anda membuat desain website, langkah terakhir apa nih yang Anda lakukan? Apakah Anda langsung publish atau cek ulang lagi? Kalau Anda langsung publish, sebaiknya jangan Anda lakukan lagi, ya. Publish website tanpa melakukan pengecekan ulang malah akan membuat Anda melewatkan banyak hal penting, lho. Bisa jadi, ada fitur yang tidak bekerja dengan baik ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3379,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[3,982,835],"tags":[1092,1093],"class_list":["post-3374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","category-wawasan","category-website","tag-a-b-testing","tag-apa-itu-a-b-testing"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebelum mem-publish website, Anda harus melakukan A\/B testing lebih dulu. Yuk, pelajari apa itu a\/b testing dan pentingnya untuk website!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebelum mem-publish website, Anda harus melakukan A\/B testing lebih dulu. Yuk, pelajari apa itu a\/b testing dan pentingnya untuk website!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bikin.Website\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-18T09:00:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-22T04:39:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"992\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Severina Ratih\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Severina Ratih\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Severina Ratih\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040\"},\"headline\":\"Mengenal A\\\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website\",\"datePublished\":\"2023-09-18T09:00:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-22T04:39:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/\"},\"wordCount\":1252,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/ab-testing-adalah-1.jpg\",\"keywords\":[\"a\\\/b testing\",\"apa itu a\\\/b testing\"],\"articleSection\":[\"Tips\",\"Wawasan\",\"website\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/\",\"name\":\"Mengenal A\\\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/ab-testing-adalah-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-18T09:00:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-22T04:39:52+00:00\",\"description\":\"Sebelum mem-publish website, Anda harus melakukan A\\\/B testing lebih dulu. Yuk, pelajari apa itu a\\\/b testing dan pentingnya untuk website!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/ab-testing-adalah-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/ab-testing-adalah-1.jpg\",\"width\":1333,\"height\":992,\"caption\":\"ab testing adalah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/a-b-testing-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal A\\\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"description\":\"Tips Bikin Website dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"width\":3342,\"height\":409,\"caption\":\"Bikin.Website\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040\",\"name\":\"Severina Ratih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Severina Ratih\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/author\\\/severina\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website","description":"Sebelum mem-publish website, Anda harus melakukan A\/B testing lebih dulu. Yuk, pelajari apa itu a\/b testing dan pentingnya untuk website!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website","og_description":"Sebelum mem-publish website, Anda harus melakukan A\/B testing lebih dulu. Yuk, pelajari apa itu a\/b testing dan pentingnya untuk website!","og_url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/","og_site_name":"Bikin.Website","article_published_time":"2023-09-18T09:00:54+00:00","article_modified_time":"2023-11-22T04:39:52+00:00","og_image":[{"width":1333,"height":992,"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Severina Ratih","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Severina Ratih","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/"},"author":{"name":"Severina Ratih","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040"},"headline":"Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website","datePublished":"2023-09-18T09:00:54+00:00","dateModified":"2023-11-22T04:39:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/"},"wordCount":1252,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1.jpg","keywords":["a\/b testing","apa itu a\/b testing"],"articleSection":["Tips","Wawasan","website"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/","name":"Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1.jpg","datePublished":"2023-09-18T09:00:54+00:00","dateModified":"2023-11-22T04:39:52+00:00","description":"Sebelum mem-publish website, Anda harus melakukan A\/B testing lebih dulu. Yuk, pelajari apa itu a\/b testing dan pentingnya untuk website!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/ab-testing-adalah-1.jpg","width":1333,"height":992,"caption":"ab testing adalah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/a-b-testing-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bikin.website\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal A\/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","name":"Bikin.Website","description":"Tips Bikin Website dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization","name":"Bikin.Website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","width":3342,"height":409,"caption":"Bikin.Website"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040","name":"Severina Ratih","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Severina Ratih"},"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/author\/severina\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3374"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3374\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3553,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3374\/revisions\/3553"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}