{"id":3346,"date":"2023-09-04T16:07:51","date_gmt":"2023-09-04T09:07:51","guid":{"rendered":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?p=3346"},"modified":"2023-10-12T10:07:50","modified_gmt":"2023-10-12T03:07:50","slug":"strategi-desain-ux","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/","title":{"rendered":"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa nih yang pernah masuk ke toko yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">super <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berantakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">plus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karyawan yang <\/span><b><i>nggak helpful<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">? <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barang-barangnya tidak tertata, susah lah buat dicari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Eh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, waktu tanya ke yang jaga toko malah <\/span><b><i>nunjuk pake dagu<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ke arah yang kita saja tidak tahu di mana. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mengalami hal seperti ini, kebanyakan dari Anda mungkin <\/span><b><i>bakal angkat kaki<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan cari toko lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian ini juga akan terjadi di website Anda kalau desain UX-nya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">super <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">buruk. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menu yang tidak jelas di mana, terlalu banyak elemen di tempat tertentu seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">search bar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang mana, semua ini tentu akan membingungkan para pengunjung dan membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya jadi buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, supaya hal ini tidak terjadi &#8211; <\/span><b><i>atau mungkin sudah kejadian<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; dan menurunkan konversi website, Anda harus menyusun strategi untuk desain UX website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu bingung kalau Anda belum tahu caranya karena kami akan membantu Anda melalui pembahasan kali ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begitu, simak selengkapnya di bawah ini, yuk!<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapa Strategi Desain UX Sangat Penting?<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3347\" src=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux.jpg\" alt=\"strategi desain ux\" width=\"577\" height=\"577\" srcset=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux.jpg 2000w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-300x300.jpg 300w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-150x150.jpg 150w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-768x768.jpg 768w, https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1536x1536.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 577px) 100vw, 577px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin ada yang bertanya, <\/span><b><i>bikin desain UX buat website doang ngapain pake strategi? Kan bisa liat contoh website lain aja!<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Well<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, memang sih Anda bisa melihat website kompetitor untuk membuat desain UX, tapi ini hanya sebagai inspirasi, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena Anda harus tahu bahwa karakteristik pengunjung maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari tiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu berbeda-beda, meskipun produk yang Anda tawarkan sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tentu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda pun memiliki identitas dengan kompetitor lainnya, bukan? Dengan identitas yang berbeda ini, tentunya Anda juga ingin tampil unik dan menonjol di antara kompetitor dong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sekarang coba bayangkan, dengan semua hal ini apakah Anda bisa menciptakan desain UX yang sangat menggambarkan identitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa ditebak, Anda pasti akan kesulitan karena Anda bingung <\/span><b><i>mau mulai dari mana, ya? Pake warna atau desain kayak apa, ya?<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini malah akan membuat prosesnya jadi lebih lama, <\/span><b><i>buang-buang waktu dan tenaga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Itulah mengapa Anda perlu membuat strategi lebih dulu sebelum mulai membuat desain UX untuk website Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Anda membuat strategi desain UX, ini bisa membuat Anda untuk tetap fokus pada pengunjung atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prosesnya pun jadi lebih jelas dan bisa berjalan lebih efektif serta efisien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, apa yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Anda janjikan pun betul-betul bisa dirasakan oleh pengunjung maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melalui website Anda.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/pentingnya-user-experience\/\">Ini Pentingnya User Experience dalam Web Design, Jangan Skip!<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><b>Cara Membuat Strategi Desain UX yang Efektif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membuat strategi desain UX yang efektif, ada 4 komponen yang harus Anda ketahui dan pahami lebih dulu nih, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b><i>Goals<\/i><\/b><b> atau tujuan <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dari strategi dari bisnis Anda. Ini akan berkaitan dengan strategi desain UX karena Anda perlu memahami target audiens dan apa yang bisa Anda sediakan melalui website.<\/span><\/li>\n<li><b>Inovasi <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">apa yang ingin Anda bangun dari desain UX. Anda bisa melihatnya dari kebutuhan para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><b><i>User research<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi komponen yang penting dalam membuat strategi desain UX yang efektif. Dengan melakukan riset, Anda bisa mendapatkan data yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">valid<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Jika semua komponen sudah terpenuhi, Anda bisa membuat <\/span><b>desain UX yang efektif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Tentunya, masih berfokus pada fitur-fitur utama website Anda dan kenyamanan pengunjung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, keempat komponen ini lah yang harus ada di dalam strategi desain UX yang akan Anda buat nantinya. Jadi, Anda tidak bisa membuat strategi secara sembarangan, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begitu, kita langsung simak cara membuat strategi desain UX yang efektif berikut ini, yuk!<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Lakukan Evaluasi Desain UX Saat Ini<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita akan menyusun ulang maupun membuat strategi baru, kita tentu harus memahami apa yang terjadi saat ini, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda harus paham lebih dulu keadaan dari website dan bisnis Anda saat ini seperti apa sih? Apakah terjadi masalah dengan desain UX yang sekarang?<\/span><\/p>\n<p><b><i>Terus, gimana nih caranya bisa tahu keadaan saat ini?<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tentunya dengan menganalisa desain website UX Anda sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa melihat data dari Google Analytics, kira-kira halaman website mana nih yang tingkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya tinggi?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah lihat juga kebutuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat ini dari bisnis Anda dengan cara melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user research<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini penting ya mengingat Anda akan membuat desain UX yang berfokus pada kenyamanan pengunjung.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Tetapkan Tujuan dan Inovasi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melakukan riset dan analisa mendalam mengenai website serta pengunjung Anda, akan ada data yang Anda dapatkan. Entah itu buruk atau mungkin baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dari data-data yang didapatkan ini, Anda bisa melihat apa yang terjadi pada website dan tentunya pengunjung Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan fakta yang Anda dapatkan ini, pikirkanlah tujuan dan inovasi apa sih yang bisa Anda lakukan pada website Anda. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya lengkap dengan cara mewujudkannya dan masih tetap berfokus pada kenyamanan pengunjung serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya setelah menganalisa, Anda menemukan fakta bahwa tingkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> halaman pembelian cukup tinggi karena alurnya yang rumit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, ini menjadi salah satu tujuan Anda dalam strategi desain UX ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai inovasi, Anda bisa mengganti alurnya menjadi lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menambahkan fitur yang semakin memudahkan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Tentukan Fokus dan Ruang Lingkup Strategi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><b><i>Oke<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, sekarang Anda sudah tahu nih apa saja sih tujuan dan inovasi yang ingin Anda bangun lewat strategi desain UX ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tujuan dan inovasi ini tentunya tidak bisa langsung Anda wujudkan dalam bentuk desain UX. Ingat alasan pentingnya strategi desain UX ini, yaitu karena setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> punya karakteristik target audiens yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan identitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda. Meskipun menawarkan produk yang sama, tiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tetap saja memiliki <\/span><a href=\"https:\/\/tilda.education\/en\/articles-offer#:~:text=A%20unique%20sales%20offer%20showcases,seconds%20to%20do%20all%20these.\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">unique selling proposition<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (USP) masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di tahapan ini Anda harus menentukan fokusnya dan ruang lingkup dari strategi yang ingin Anda buat lebih dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user persona<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, produk yang Anda tawarkan, USP dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau website Anda sampai ke bagian mana dari desain UX sekarang yang ingin Anda perbaiki. Kembali lagi, ini semua harus berdasarkan data yang Anda dapatkan, ya.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Bangun Perencanaan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap ingin menjalankan sesuatu, tentu butuh perencanaan yang matang lebih dulu dong. Supaya jangan sampai hasilnya malah <\/span><b><i>zonk<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dalam membuat desain UX yang efektif dan efisien. <\/span><b><i>Penting banget buat bangun perencanaan yang matang lebih dulu!<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini supaya tujuan, inovasi, ruang serta lingkup yang Anda tentukan bisa tercapai sesuai harapan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, hasilnya pun nanti bisa baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perencanaan ini, Anda harus menentukan apa saja yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya kalau tujuan Anda ingin mengubah desain UX dari halaman pembelian, berarti Anda harus rencanakan lebih dulu desain perbaikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/tools-ux-terbaik\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">tools<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> apa nih yang ingin Anda gunakan untuk mengubah UX dari halaman pembelian? Atau mungkin ada plugin baru nih yang Anda butuhkan untuk menambah fitur di halaman tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, untuk mewujudkan ketiga poin di atas, Anda harus membuat alur kerjanya lebih dulu untuk meminimalisir kesalahan dan tentunya meningkatkan kualitas desain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apakah Desain UX Akhir Perlu Diuji?\u00a0\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><b><i>Benar<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, setiap desain UX yang Anda buat perlu dilakukan uji coba lebih dulu sebelum Anda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">publish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini untuk melihat apakah semua fitur berjalan sesuai rencana dan melihat bagian mana yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apakah Perlu Menganalisa Kompetitor?\u00a0\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><b><i>Benar<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, analisa kompetitor diperlukan untuk melihat apa yang bisa diperbaiki maupun ditambahkan dari desain UX website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ini hanya untuk memberikan Anda pandangan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insight<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih tentang desain UX seperti apa yang mungkin bisa membuat pengunjung nyaman.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apakah Perlu Melibatkan Web Designer, Developer dan UX Researcher?\u00a0\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><b><i>Benar<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, akan lebih baik jika Anda melibatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">web designer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan UX <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">researcher<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat membuat strategi desain UX.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini akan memberikan Anda perspektif yang lebih luas dan mendalam. Sehingga, hasilnya pun akan lebih efektif dan efisien.<\/span><\/p>\n<h2><b>Yuk, Bikin Strategi Desain UX yang Efektif untuk Website Anda!\u00a0\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Website dengan desain UX yang buruk hanya akan membuat para pengunjung maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pergi dan mencari website lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda membiarkannya, bukan tidak mungkin website Anda akan kehilangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">traffic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau parahnya konversi semakin menurun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya hal ini tidak terjadi, Anda perlu membangun strategi lebih dulu sebelum membuat desain UX untuk website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan membuat strategi, Anda bisa menghasilkan desain UX yang efektif dan efisien untuk website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, strategi desain UX ini nantinya bisa Anda konsultasikan dengan tim Bikin.Website saat Anda akan membangun website-nya, ya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenang saja, konsultasinya gratis, kok!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background\" style=\"background-color: #181585;\" href=\"https:\/\/bikin.website\/?utm_source=website&amp;utm_medium=blog&amp;utm_campaign=website-blog-bikinwebsite-strategi+desain+ux\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Konsultasi Desain Website Di Sini<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah konsultasi, Anda hanya perlu memasrahkan proses desainnya pada tim Bikin.Website deh. Sangat mudah, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga pembahasan kali ini bisa membantu Anda untuk mewujudkan desain UX yang efektif lewat strategi yang juga efektif dan efisien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada pertanyaan lain atau ingin berdiskusi soal strategi desain UX, jangan ragu buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">drop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pendapat Anda lewat kolom komentar, ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa nih yang pernah masuk ke toko yang super berantakan plus karyawan yang nggak helpful? Barang-barangnya tidak tertata, susah lah buat dicari.\u00a0 Eh, waktu tanya ke yang jaga toko malah nunjuk pake dagu ke arah yang kita saja tidak tahu di mana. Kalau mengalami hal seperti ini, kebanyakan dari Anda mungkin bakal angkat kaki dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3364,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[3,835],"tags":[1079,1084,1085],"class_list":["post-3346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","category-website","tag-desain-ux","tag-strategi-desain-ux","tag-ux-ui"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jangan asal-asalan dalam membuat desain UX untuk website. Pelajari cara membuat strategi desain UX yang baik untuk hasil yang memuaskan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jangan asal-asalan dalam membuat desain UX untuk website. Pelajari cara membuat strategi desain UX yang baik untuk hasil yang memuaskan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bikin.Website\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-04T09:07:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-12T03:07:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"992\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Severina Ratih\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Severina Ratih\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Severina Ratih\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040\"},\"headline\":\"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!\",\"datePublished\":\"2023-09-04T09:07:51+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-12T03:07:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/\"},\"wordCount\":1350,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/strategi-desain-ux-1.jpg\",\"keywords\":[\"desain UX\",\"strategi desain UX\",\"UX UI\"],\"articleSection\":[\"Tips\",\"website\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/\",\"name\":\"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/strategi-desain-ux-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-04T09:07:51+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-12T03:07:50+00:00\",\"description\":\"Jangan asal-asalan dalam membuat desain UX untuk website. Pelajari cara membuat strategi desain UX yang baik untuk hasil yang memuaskan!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/strategi-desain-ux-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/strategi-desain-ux-1.jpg\",\"width\":1333,\"height\":992,\"caption\":\"strategi desain ux\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/strategi-desain-ux\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"description\":\"Tips Bikin Website dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"width\":3342,\"height\":409,\"caption\":\"Bikin.Website\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040\",\"name\":\"Severina Ratih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Severina Ratih\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/author\\\/severina\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!","description":"Jangan asal-asalan dalam membuat desain UX untuk website. Pelajari cara membuat strategi desain UX yang baik untuk hasil yang memuaskan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!","og_description":"Jangan asal-asalan dalam membuat desain UX untuk website. Pelajari cara membuat strategi desain UX yang baik untuk hasil yang memuaskan!","og_url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/","og_site_name":"Bikin.Website","article_published_time":"2023-09-04T09:07:51+00:00","article_modified_time":"2023-10-12T03:07:50+00:00","og_image":[{"width":1333,"height":992,"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Severina Ratih","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Severina Ratih","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/"},"author":{"name":"Severina Ratih","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040"},"headline":"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!","datePublished":"2023-09-04T09:07:51+00:00","dateModified":"2023-10-12T03:07:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/"},"wordCount":1350,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1.jpg","keywords":["desain UX","strategi desain UX","UX UI"],"articleSection":["Tips","website"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/","name":"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1.jpg","datePublished":"2023-09-04T09:07:51+00:00","dateModified":"2023-10-12T03:07:50+00:00","description":"Jangan asal-asalan dalam membuat desain UX untuk website. Pelajari cara membuat strategi desain UX yang baik untuk hasil yang memuaskan!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#primaryimage","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/strategi-desain-ux-1.jpg","width":1333,"height":992,"caption":"strategi desain ux"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/strategi-desain-ux\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bikin.website\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Strategi Desain UX untuk Website? Begini Cara Membuatnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","name":"Bikin.Website","description":"Tips Bikin Website dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization","name":"Bikin.Website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","width":3342,"height":409,"caption":"Bikin.Website"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040","name":"Severina Ratih","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Severina Ratih"},"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/author\/severina\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3346"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3431,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3346\/revisions\/3431"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}