{"id":2917,"date":"2023-06-13T14:25:00","date_gmt":"2023-06-13T07:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?p=2917"},"modified":"2023-06-13T14:25:00","modified_gmt":"2023-06-13T07:25:00","slug":"penyebab-bounce-rate-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/","title":{"rendered":"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda mungkin merasa sudah membuat konten yang sesuai dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">niche<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, desain website pun juga sudah menarik. Tapi, saat mengecek Google Analytics, <\/span><b><i>kok bounce rate-nya tinggi, ya?<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Well<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mungkin menurut Anda membuat konten yang sesuai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">niche<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan desain website yang bagus memang bisa menarik perhatian pengunjung untuk mengklik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bila isinya tidak menjawab pertanyaan pengunjung, untuk apa mereka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stay <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di website Anda? Jelas pengunjung akan keluar dan mencari konten lain yang lebih menjawab, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi tidak hanya disebabkan oleh konten dan desain website. Ada berbagai hal lho yang jadi penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi lengkap dengan cara untuk mengatasinya. Kalau begitu, simak selengkapnya dalam pembahasan berikut ini, yuk!<\/span><\/p>\n<h2><b>Berapa Persen Bounce Rate yang Bagus?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pemilik website, Anda mungkin khawatir setelah melihat angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">90% pada konten atau halaman tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar saja sih karena semakin tinggi angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, semakin banyak pula pengunjung yang hanya datang dan meninggalkan website tanpa ada klik atau aktivitas lainnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sama saja menunjukkan bahwa konten website Anda tidak menarik atau mungkin ada masalah lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Tapi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dugaan ini berdasarkan pandangan Anda yang mungkin tahunya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang bagus itu harusnya di angka 26% sampai 70%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, kriteria angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bagus itu tidak bisa disamakan di semua jenis website. Melansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.semrush.com\/blog\/bounce-rate\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semrush<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, berikut kriteria yang bagus untuk beberapa jenis website:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">20% sampai 45% untuk website <\/span><strong><i>e-commerce<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong><i>retail<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">25% sampai 55% untuk website <strong>B2B<\/strong>.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">35% sampai 60% untuk konten website <strong>non <\/strong><\/span><strong><i>e-commerce<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">60% sampai 90% untuk <\/span><strong><i>landing page<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">65% sampai 90% untuk <strong>blog<\/strong>, <strong>portal berita<\/strong> dan website <\/span><strong><i>dictionaries<\/i><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa sih ini bisa berbeda-beda? Jawabannya hanya satu yaitu karena konten tiap website itu berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memiliki banyak tombol dan pilihan. Pengunjung akan banyak mengklik dan masuk ke halaman kedua untuk mencari kebutuhan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begini, jelas akan mendapatkan angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang rendah. Berbeda dengan blog yang tidak banyak halaman kedua maupun tombol untuk diklik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengunjung betul-betul hanya masuk dan membaca konten Anda hingga akhir, lalu keluar. Sudah pasti angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya akan tinggi, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sebelum Anda menduga-duga penyebab dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi, lihat lebih dulu konten yang ada di dalam website Anda, ya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab Bounce Rate Tinggi dan Cara Mengatasinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana? Sudahkah Anda melihat angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang seharusnya untuk website Anda?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ternyata angka sekarang lebih tinggi dari yang seharusnya, barulah sekarang Anda mencari penyebab dari tingginya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Loading Website Lambat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang paling memungkinkan jadi penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tinggi adalah karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda yang lambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada pengunjung yang ingin berdiam lama di website dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang lambat. Anda pun jika berada di posisi pengunjung, tentu akan merasakan hal yang sama, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika konten website tidak terbuka juga meski telah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih dari 4 detik, besar kemungkinan pengunjung akan klik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">back<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan mencari website lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sebaiknya Anda cek lagi deh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">website Anda di GTmetrix maupun Google PageSpeed Insights. Kalau memang lambat, tingkatkanlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain untuk membuat pengunjung nyaman, Google juga menjadikan kecepatan jadi penentu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ranking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website nih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda tidak perlu bingung cara untuk meningkatkan kecepatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website. Ada banyak cara kok yang bisa Anda lakukan seperti menggunakan plugin atau mengkompres semua gambar di website.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Konten Kurang Berkualitas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Anda merasa sudah membuat <a href=\"https:\/\/neilpatel.com\/blog\/create-engaging-content\/\">konten yang berkualitas<\/a> dan SEO-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, seharusnya konten tidak jadi penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website yang tinggi dong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, coba deh Anda cek kembali konten-konten website Anda. Kenapa harus dicek kembali? Karena kebanyakan konten dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi itu tidak memenuhi kebutuhan pembaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malah, banyak yang lebih mengutamakan, <\/span><b><i>yang penting SEO-friendly lah biar masuk first page-nya Google<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, konten yang dibuat kurang manusiawi, alias susah dipahami. Padahal, pembaca utama Anda kan manusia, bukan mesin Google.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar saja kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> konten Anda jadi tinggi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wong <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">isinya sulit dipahami oleh manusia. Jika masih belum yakin, coba deh lihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">average time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari tiap konten Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila rata-rata pengunjung hanya menghabiskan waktu 1 menit, padahal konten Anda butuh 3 menit berarti isinya belum bisa menjawab pertanyaan pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, alih-alih berfokus pada konten yang SEO-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, utamakanlah kualitas isi supaya mudah dibaca dan dipahami oleh para pengunjung.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/teknik-seo\/\" rel=\"\">Teknik SEO Terampuh Untuk Meningkatkan Peringkat & Traffic Website<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>3. Judul atau Meta Tag yang Salah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rules<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam membuat judul dan deskripsi konten adalah jangan sampai Anda menjelaskan isi konten secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang kemudian membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda jadi tinggi. Pengunjung merasa tidak perlu mengklik konten Anda karena mereka sudah melihat jawabannya di judul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pun pengunjung mengklik konten Anda, besar kemungkinan mereka hanya memastikan bahwa apa yang dikatakan dalam judul benar adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pengunjung sudah mendapatkan jawabannya, jelas mereka akan langsung meninggalkan website Anda tanpa perlu buang waktu membacanya hingga selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, buatlah judul yang mengatakan konten yang Anda bahas, bukan menjelaskan seluruh isi konten Anda. Selain itu, jangan buat judul yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">clickbait<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tapi tidak relevan hanya untuk menarik perhatian, ya.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Desain Tidak Mobile Friendly<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah Anda? Sebanyak 55% pengunjung dari website Anda ternyata mengakses menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang jadi masalah adalah kebanyakan desain website hanya menyesuaikan ukuran untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> laptop maupun PC.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang mana, ini jelas tidak sesuai dengan ukuran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile device<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sehingga, fitur-fiturnya jadi tidak bisa digunakan secara maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti tombol yang terlalu kecil, tampilan menu yang terlalu memenuhi layar dan sebagainya. Inilah juga yang akhirnya jadi penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya berdampak pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Google pun juga menganggap ini serius, lho. Google kini menjadikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile-friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai faktor yang juga mempengaruhi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ranking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/cara-membuat-website-mobile-friendly\/\">Cara Membuat Website Mobile Friendly yang Gampang<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>5. Desaindesain Tidak User Friendly<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile-friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, website yang tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user-friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun juga jadi penyebab dibalik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi. Kenapa begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang coba bayangkan Anda jadi pengunjung website Anda sendiri. Lalu, ketika masuk ke dalam website, Anda sulit nih menemukan menu untuk masuk ke halaman produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah dicari di berbagai sudut halaman utama, menu produk tidak juga ditemukan. Padahal, itu jadi tujuan utama Anda saat mengakses website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kira-kira apa nih yang akan Anda lakukan? Apakah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stay<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan melihat-lihat keseluruhan isi halaman sampai menemukan menu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau langsung keluar dan mencari website lain? Bisa ditebak, pilihan kedua lah yang akan Anda lakukan, yaitu langsung keluar dan mencari website lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah juga yang akan dilakukan oleh pengunjung Anda saat website tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user-friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Supaya website Anda lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user-friendly<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Anda bisa cek caranya di <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/cara-meningkatkan-ux-website\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Blank Page<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda tidak menemukan penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website yang tinggi dari kelima hal di atas? Kalau begini, bisa jadi ada <\/span><a href=\"https:\/\/qwords.com\/blog\/mengatasi-500-internal-server-error\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">blank page<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> nih di dalam website Anda, alias ada halaman yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">error<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, cara untuk mengetahui jika ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blank page<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dengan melihat waktu yang pengunjung habiskan di halaman tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pengunjung sudah meninggalkan halaman dalam beberapa detik, bisa jadi halaman tersebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blank<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">error<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau tidak bisa memuat dengan baik. Untuk itu, cobalah cermati halaman-halaman website Anda dan perbaiki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">error<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Bad Link<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal terakhir yang bisa jadi penyebab dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi adalah kemungkinan ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari website lain yang salah mengarah ke website Anda.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Salah gimana nih maksudnya?<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Trafik website itu datangnya dari berbagai macam sumber. Ada yang berasal dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">original search<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ada juga yang berasal dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">referral link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> alias <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">backlink<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari website lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">backlink<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini akan sangat baik untuk SEO, jika tepat. Masalahnya, kalau sampai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda tinggi meski banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">backlink<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, artinya ada kesalahan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa jadi, website lain memasukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bagian yang salah atau bisa juga salah memasukkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, ketika pengunjung klik dan masuk ke konten website Anda, mereka langsung keluar karena merasa kontennya salah. Inilah yang akhirnya membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda tinggi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lantas, Apa yang Jadi Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi memang harus jadi perhatian Anda sebagai pemilik website. Karena ini berarti ada masalah nih di dalam website Anda, entah itu dari kualitas konten atau masalah eksternal seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bad link<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, sebelum Anda mengatasi masalahnya, pahami lebih dulu kira-kira apa sih yang jadi penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, Anda bisa mengatasi masalah dengan tepat dan mengembalikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda di angka normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jika desain lah yang jadi penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bounce rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tinggi, segera hubungi tim Bikin.Website untuk memperbaiki desain website Anda, ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background\" style=\"background-color: #181585;\" href=\"https:\/\/bikin.website?utm_source=website&utm_medium=blog&utm_campaign=website-blog-bikinwebsite-penyebab+bounce+rate+tinggi\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Hubungi Tim Bikin.Website<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai di sini dulu pembahasan kali ini, semoga artikel ini bisa membantu Anda mengatasi masalah, ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda mungkin merasa sudah membuat konten yang sesuai dengan niche, desain website pun juga sudah menarik. Tapi, saat mengecek Google Analytics, kok bounce rate-nya tinggi, ya? Well, mungkin menurut Anda membuat konten yang sesuai niche dengan desain website yang bagus memang bisa menarik perhatian pengunjung untuk mengklik. Namun, bila isinya tidak menjawab pertanyaan pengunjung, untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":2920,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[90,223,3,982],"tags":[1035,1034],"class_list":["post-2917","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","category-seo","category-tips","category-wawasan","tag-bounce-rate-tinggi","tag-penyebab-bounce-rate-tinggi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bounce rate masih tinggi meski sudah optimasi konten? Yuk, cari tahu penyebab bounce rate website Anda tinggi dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bounce rate masih tinggi meski sudah optimasi konten? Yuk, cari tahu penyebab bounce rate website Anda tinggi dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bikin.Website\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-13T07:25:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"992\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Severina Ratih\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Severina Ratih\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Severina Ratih\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040\"},\"headline\":\"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!\",\"datePublished\":\"2023-06-13T07:25:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/\"},\"wordCount\":1387,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg\",\"keywords\":[\"bounce rate tinggi\",\"penyebab bounce rate tinggi\"],\"articleSection\":[\"Digital Marketing\",\"SEO\",\"Tips\",\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/\",\"name\":\"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg\",\"datePublished\":\"2023-06-13T07:25:00+00:00\",\"description\":\"Bounce rate masih tinggi meski sudah optimasi konten? Yuk, cari tahu penyebab bounce rate website Anda tinggi dalam artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg\",\"width\":1333,\"height\":992,\"caption\":\"penyebab bounce rate tinggi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/penyebab-bounce-rate-tinggi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"description\":\"Tips Bikin Website dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"width\":3342,\"height\":409,\"caption\":\"Bikin.Website\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040\",\"name\":\"Severina Ratih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Severina Ratih\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/author\\\/severina\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!","description":"Bounce rate masih tinggi meski sudah optimasi konten? Yuk, cari tahu penyebab bounce rate website Anda tinggi dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!","og_description":"Bounce rate masih tinggi meski sudah optimasi konten? Yuk, cari tahu penyebab bounce rate website Anda tinggi dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/","og_site_name":"Bikin.Website","article_published_time":"2023-06-13T07:25:00+00:00","og_image":[{"width":1333,"height":992,"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Severina Ratih","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Severina Ratih","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/"},"author":{"name":"Severina Ratih","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040"},"headline":"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!","datePublished":"2023-06-13T07:25:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/"},"wordCount":1387,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg","keywords":["bounce rate tinggi","penyebab bounce rate tinggi"],"articleSection":["Digital Marketing","SEO","Tips","Wawasan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/","name":"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg","datePublished":"2023-06-13T07:25:00+00:00","description":"Bounce rate masih tinggi meski sudah optimasi konten? Yuk, cari tahu penyebab bounce rate website Anda tinggi dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#primaryimage","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/penyebab-bounce-rate-tinggi.jpg","width":1333,"height":992,"caption":"penyebab bounce rate tinggi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/penyebab-bounce-rate-tinggi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bikin.website\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ini Penyebab Bounce Rate Website Anda Tinggi dan Cara Mengatasinya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","name":"Bikin.Website","description":"Tips Bikin Website dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization","name":"Bikin.Website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","width":3342,"height":409,"caption":"Bikin.Website"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/aa838f6f33fc51efa6b5c41f140ef040","name":"Severina Ratih","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9411c8b4eb3fe830f4c8f9a82aa3fad4efc9579f53fddb86a462773e9d63796b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Severina Ratih"},"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/author\/severina\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2917","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2917"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2917\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2919,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2917\/revisions\/2919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}