{"id":2575,"date":"2023-03-17T08:47:30","date_gmt":"2023-03-17T01:47:30","guid":{"rendered":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?p=2575"},"modified":"2023-03-17T08:47:30","modified_gmt":"2023-03-17T01:47:30","slug":"apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/","title":{"rendered":"Lakukan 8 Hal Ini Setelah Membuat Website, Dijamin Mudah!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun website adalah sebuah proses yang menyenangkan. Pasalnya, selangkah lagi Anda bisa menjangkau banyak audiens secara online.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mudah, proses pembuatan juga bisa dikatakan relatif cepat karena Anda bisa menggunakan bantuan <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-itu-cms\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CMS<\/a> sehingga tidak membutuhkan pengetahuan coding sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah itu, apa yang dilakukan setelah membuat website, ya? Apakah website bisa digunakan secara langsung?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Temukan jawabannya pada artikel berikut ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Website?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki website itu seperti memiliki kendaraan pribadi. Anda tidak cukup hanya sekadar memilikinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Anda juga perlu merawatnya, entah itu membersihkan, melakukan servis rutin, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan website, terlebih jika website yang tergolong baru. Sebab, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pembahasan kali ini, kami mengulas beberapa hal yang menjadi pertanyaan \u201capa yang harus dilakukan setelah membuat website?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ada delapan hal yang bisa Anda lakukan yang di antaranya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Mengoptimalkan Tampilan Mobile<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampilan mobile atau seluler menjadi hal pertama yang harus menjadi perhatian Anda. Sebab, lebih dari 50% kunjungan website yang ada di seluruh dunia dilakukan menggunakan perangkat seluler.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data dari <\/span><a href=\"https:\/\/gs.statcounter.com\/platform-market-share\/desktop-mobile-tablet\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">statcounter<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga melaporkan bahwa 59.42% trafik website berasal dari perangkat mobile (smartphone), lalu 38,53% melalui perangkat desktop, dan yang 2,05% lainnya berasal dari perangkat tablet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Anda belum tahu apa itu mobile friendly, istilah ini merujuk pada tampilan website yang baik dari segi layout, responsivitas, dan kecepatannya saat diakses melalui perangkat seluler.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda pernah mengakses website menggunakan perangkat seluler yang mana mengharuskan untuk mengetuknya dua kali agar tulisan bisa terlihat besar, artinya website tersebut belum mobile friendly.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketika mengabaikan faktor ini, pengalaman pengguna (UX) saat mengakses website akan menurun dan menyebabkan ranking website Anda juga turun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa yang harus dilakukan untuk membuat tampilan mobile lebih maksimal? Pilihlah desain website yang responsif dan tentunya mendukung mobile friendly.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun beberapa situs yang menyediakan tema website yang responsif serta mobile friendly, yakni <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">themeforest.net<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">envato.com.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memperhatikan faktor ini, setidaknya Anda sudah \u2018lulus\u2019 dari salah satu faktor SEO, yakni mobile friendly, sebagaimana yang telah dikatakan oleh <\/span><a href=\"https:\/\/developers.google.com\/search\/blog\/2015\/04\/rolling-out-mobile-friendly-update?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Google<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/kriteria-website-user-friendly\/\"><b>Wajib Tahu! Ini 9 Kriteria Website User Friendly<\/b><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>2. Membuat Sitemap<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sitemap adalah &#8216;penunjuk arah&#8217; bagi crawler bot ketika melakukan perayapan halaman. Isi dari sitemap yakni berupa file .XML yang di dalamnya terdapat daftar halaman yang ada pada suatu website yang bisa diakses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, keberadaan sitemap akan memberikan sinyal kepada crawler bot untuk merayapi halaman yang ada pada daftar situs tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, crawler bot tidak perlu merayapi halaman lain di luar daftar sitemap, sehingga proses indexing segera bisa dilakukan lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk membuat sitemap, Anda tidak perlu khawatir karena cukup dengan mengaktifkan <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-itu-plugin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">plugin<\/a> seperti Yoast SEO, Rank Math, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pembahasan yang lebih lengkap termasuk cara membuatnya, Anda bisa mempelajarinya pada artikel <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/sitemap-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">sitemap<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> berikut ini.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Menyiapkan Google Search Console<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitas yang diberikan oleh Google kepada para pengelola website\/blog untuk memaksimalkan performa website di mesin pencarian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tool ini bisa Anda manfaatkan untuk memeriksa halaman mana saja yang belum dan\/atau tidak terindeks, mengetahui jumlah pengunjung organik, mengetahui <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/cara-cek-broken-link\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">broken link<\/a> (tautan yang rusak) di website Anda, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, jika Anda memiliki website, wajib hukumnya untuk menggunakan Google Search Console.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cara untuk menghubungkan website dengan Google Search Console bisa Anda lihat pada <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-itu-google-search-console\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">artikel ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Riset Kata Kunci<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata kunci akan membantu mempermudah Anda untuk membuat setiap konten yang ada di website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, Anda bisa mengetahui apa saja topik-topik yang dicari pengguna, serta dapat memudahkan dalam menentukan prioritas kategori topik yang ditargetkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, riset keyword juga menghindarkan dari kata kunci\/topik yang tidak relevan dengan objektif Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, keyword sendiri memiliki empat jenis, seperti yang dilansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.semrush.com\/blog\/types-of-keywords-commercial-informational-navigational-transactional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">semrush<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Informational Keywords: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pencari (pengguna yang mencari) sebuah jawaban dari pertanyaan khusus atau informasi yang lebih umum<\/span><\/li>\n<li><b>Navigational Keywords: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pencari yang ingin menemukan sebuah halaman atau situs yang spesifik<\/span><\/li>\n<li><b>Commercial Keywords: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pencari yang sedang menyelidiki sebuah merek (brand) atau layanan<\/span><\/li>\n<li><b>Transactional Keywords: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pencari yang ingin melakukan suatu tindakan atau pembelian\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya, intensi dari keyword yang Anda cari akan menunjukkan bahwa audiens ingin segera membeli sesuatu, berbelanja, atau sekadar mencari informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, apabila Anda telah menemukan satu kata kunci \u201cbaju murah\u201d, artinya intensinya adalah pengguna ingin melakukan transaksi, sehingga keyword ini tergolong dalam transactional keywords.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di artikel lainnya, kami juga telah memberikan penjelasan mengenai <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/cara-riset-keyword\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara riset keyword yang akurat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, lho!<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Konsisten Membuat Konten<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memiliki daftar keyword untuk konten website, maka Anda harus mulai konsisten dalam membuat setiap kontennya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsistensi sangat diperlukan untuk menjaga performa website selalu meningkat di mesin pencarian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila perlu, buatlah jadwal\/timeline publikasi konten. Misalnya, Anda harus memublikasikan artikel setiap hari, dua hari sekali, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyak artikel, maka semakin banyak pula pengunjung yang akan mengakses website Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, website Anda dianggap memiliki konten yang lengkap dan berkualitas sehingga mendapatkan topical authority.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Topical authority adalah sebuah istilah yang merujuk pada seberapa \u2018ahli\u2019 suatu website dalam membahas suatu topik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dengan persiapan (kata kunci) yang tepat, Anda bisa meraih topical authority dengan membuat konten yang konsisten dan relevan terhadap suatu topik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/niche-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">niche<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> website Anda adalah tentang mesin printer, maka sebisa mungkin Anda membuat konten yang membahas printer secara konsisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, ketika pengguna mencari keyword seputar printer, website Anda akan akan sering muncul dan akhirnya jumlah trafik pun meningkat.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Mengoptimasi Konten Dengan Teknik SEO<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih berkaitan dengan konten, Anda perlu melakukan optimasi dengan beberapa teknik SEO On-Page.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun beberapa aspek yang harus Anda optimasi adalah kata kunci, alt image, <a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/permalink-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">permalink<\/a>, penautan internal, meta description, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat memahami optimasi konten menggunakan SEO secara lengkap, klik artikel <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/memaksimalkan-seo-website-wordpress\/\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">berikut ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/cara-agar-artikel-cepat-terindeks\/\"><b>Cara Agar Artikel Cepat Terindeks Mesin Pencarian (Mudah)<\/b><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h3><b>7. Memonitor dan Maintenance Website<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal selanjutnya yang harus dilakukan setelah membuat website adalah memantau (monitoring) dan me-maintenance (merawat) website secara rutin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun beberapa hal yang harus Anda lakukan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Moderasi komentar website<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memantau trafik, termasuk melakukan content audit agar posisinya di SERP bisa meningkat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperbarui plugin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan kecepatan website selalu dalam performa terbaik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Belum Punya Website, Buat Sekarang!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang sudah tahu, kan, apa yang harus dilakukan setelah membuat website? Nah, dengan delapan cara di atas, Anda bisa memulai website tanpa adanya rasa bingung atau pun khawatir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tunggu apa lagi? Buat website Anda sekarang juga. Atau Anda belum punya website? Pelajari <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/cara-membuat-website\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara membuat website<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada artikel blog Bikin.Website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin lebih mudah dan praktis, Anda juga bisa menghubungi Bikin.Website karena kami adalah penyedia layanan <\/span><a href=\"https:\/\/bikin.website\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">jasa pembuatan website<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berkualitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan desain yang pasti responsif, Anda berkesempatan untuk memiliki website idaman yang sesuai kebutuhan, lho!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsultasikan ide website Anda kepada kami. Gratis, lho!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background\" style=\"background-color: #181585;\" href=\"https:\/\/bikin.website\/?utm_source=website&amp;utm_medium=blog&amp;utm_campaign=website-blog-ad-apa+yang+harus+dilakukan+setelah+membuat+website\" target=\"_blank\" rel=\"nofollow noopener\">Konsultasi di Sini, GRATIS!<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membangun website adalah sebuah proses yang menyenangkan. Pasalnya, selangkah lagi Anda bisa menjangkau banyak audiens secara online. Selain mudah, proses pembuatan juga bisa dikatakan relatif cepat karena Anda bisa menggunakan bantuan CMS sehingga tidak membutuhkan pengetahuan coding sekalipun. Nah, setelah itu, apa yang dilakukan setelah membuat website, ya? Apakah website bisa digunakan secara langsung? Temukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2579,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[3,982,409,835],"tags":[],"class_list":["post-2575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","category-wawasan","category-dev-website","category-website"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Website?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa yang harus dilakukan setelah membuat website? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan pemula. Ini delapan hal yang perlu Anda lakukan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Website?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang harus dilakukan setelah membuat website? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan pemula. Ini delapan hal yang perlu Anda lakukan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bikin.Website\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-17T01:47:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"992\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jordy Prayoga\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jordy Prayoga\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Jordy Prayoga\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90\"},\"headline\":\"Lakukan 8 Hal Ini Setelah Membuat Website, Dijamin Mudah!\",\"datePublished\":\"2023-03-17T01:47:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/\"},\"wordCount\":1087,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp\",\"articleSection\":[\"Tips\",\"Wawasan\",\"Web Dev\",\"website\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/\",\"name\":\"Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Website?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp\",\"datePublished\":\"2023-03-17T01:47:30+00:00\",\"description\":\"Apa yang harus dilakukan setelah membuat website? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan pemula. Ini delapan hal yang perlu Anda lakukan!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp\",\"width\":1333,\"height\":992,\"caption\":\"APA YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH MEMBUAT WEBSITE\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lakukan 8 Hal Ini Setelah Membuat Website, Dijamin Mudah!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"description\":\"Tips Bikin Website dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Bikin.Website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/logo-blue.png\",\"width\":3342,\"height\":409,\"caption\":\"Bikin.Website\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90\",\"name\":\"Jordy Prayoga\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3aeb930ab288cd2b6820fa3342279e1c099be04bdc6144a55307da38260884dd?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3aeb930ab288cd2b6820fa3342279e1c099be04bdc6144a55307da38260884dd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3aeb930ab288cd2b6820fa3342279e1c099be04bdc6144a55307da38260884dd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jordy Prayoga\"},\"description\":\"He enjoys creating clear and helpful content. In his free time, he loves to hike.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bikin.website\\\/blog\\\/author\\\/jordy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Website?","description":"Apa yang harus dilakukan setelah membuat website? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan pemula. Ini delapan hal yang perlu Anda lakukan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Website?","og_description":"Apa yang harus dilakukan setelah membuat website? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan pemula. Ini delapan hal yang perlu Anda lakukan!","og_url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/","og_site_name":"Bikin.Website","article_published_time":"2023-03-17T01:47:30+00:00","og_image":[{"width":1333,"height":992,"url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Jordy Prayoga","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Jordy Prayoga","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/"},"author":{"name":"Jordy Prayoga","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90"},"headline":"Lakukan 8 Hal Ini Setelah Membuat Website, Dijamin Mudah!","datePublished":"2023-03-17T01:47:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/"},"wordCount":1087,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp","articleSection":["Tips","Wawasan","Web Dev","website"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/","name":"Apa yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Website?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp","datePublished":"2023-03-17T01:47:30+00:00","description":"Apa yang harus dilakukan setelah membuat website? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan pemula. Ini delapan hal yang perlu Anda lakukan!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#primaryimage","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/APA-YANG-HARUS-DILAKUKAN-SETELAH-MEMBUAT-WEBSITE.webp","width":1333,"height":992,"caption":"APA YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH MEMBUAT WEBSITE"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/apa-yang-harus-dilakukan-setelah-membuat-website\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bikin.website\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lakukan 8 Hal Ini Setelah Membuat Website, Dijamin Mudah!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","name":"Bikin.Website","description":"Tips Bikin Website dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bikin.website\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#organization","name":"Bikin.Website","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","contentUrl":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/logo-blue.png","width":3342,"height":409,"caption":"Bikin.Website"},"image":{"@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bikin.website\/blog\/#\/schema\/person\/e84b78a5a970607fb3b308f88a923d90","name":"Jordy Prayoga","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3aeb930ab288cd2b6820fa3342279e1c099be04bdc6144a55307da38260884dd?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3aeb930ab288cd2b6820fa3342279e1c099be04bdc6144a55307da38260884dd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3aeb930ab288cd2b6820fa3342279e1c099be04bdc6144a55307da38260884dd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jordy Prayoga"},"description":"He enjoys creating clear and helpful content. In his free time, he loves to hike.","url":"https:\/\/bikin.website\/blog\/author\/jordy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2575"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2581,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2575\/revisions\/2581"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bikin.website\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}