Mengenal A/B Testing dan Pentingnya dalam Proses Desain Website

4 min read

ab testing adalah

Ketika Anda membuat desain website, langkah terakhir apa nih yang Anda lakukan? Apakah Anda langsung publish atau cek ulang lagi?

Kalau Anda langsung publish, sebaiknya jangan Anda lakukan lagi, ya. Publish website tanpa melakukan pengecekan ulang malah akan membuat Anda melewatkan banyak hal penting, lho.

Bisa jadi, ada fitur yang tidak bekerja dengan baik ketika website diluncurkan. Bisa juga, ternyata desain website yang Anda buat tidak memberikan hasil konversi yang maksimal.

Nah, kalau begini, jelas Anda akan rugi karena harus rombak desain website lagi, alias kerjanya dua kali. Maka dari itu, penting sekali untuk mengecek kembali desain website sebelum publish dengan cara melakukan A/B testing.

Masalahnya saya nggak ngerti apa itu A/BA testing! Jika Anda belum terlalu mengenal apa itu A/B testing, tidak masalah sama sekali kok karena kita akan mempelajarinya bersama di sini.

Kalau begitu, pelajari selengkapnya dalam pembahasan berikut ini, yuk!

Apa Itu A/B Testing?

a/b testing adalah

Mengecek ulang produk yang Anda buat sebelum meluncurkannya itu penting supaya Anda bisa mengetahui bagian mana sih yang harus diperbaiki lagi.

Begitu pula saat Anda membuat desain website. Namun, pengetesan yang dilakukan ini sedikit berbeda nih.

Alih-alih melakukan uji coba pada hasil akhir, Anda harus menjalankan A/B testing pada desain website yang Anda buat.

Nah, A/B testing ini sendiri merupakan eksperimen marketing dengan menguji dan membandingkan dua jenis desain website yang berbeda langsung ke audiens.

A/B testing atau sering disebut dengan split test ini dilakukan dengan tujuan supaya kita bisa mengidentifikasi nih, desain website mana sih yang paling efektif.

Bukan hanya soal desain ya, tapi di sini Anda juga akan melihat elemen apa yang paling efektif dalam mencapai tujuan marketing Anda.

Misalnya Anda membuat 2 desain website yang berbeda. Desain pertama tidak menampilkan icon media sosial, sedangkan yang kedua menampilkannya.

Nah, ternyata dari hasil test yang dilakukan kepada beberapa audiens atau real users, hasil menunjukkan audiens banyak menggunakan fitur tersebut.

Ini berarti elemen yang satu ini cukup efektif nih untuk meningkatkan traffic maupun kemungkinan terjadinya konversi di website Anda.

Kenapa A/B Testing Harus Ada dalam Proses Desain Website?

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa harus melakukan tes pada 2 jenis desain website yang berbeda? Kenapa tidak memantapkan 1 desain saja dan diuji pada audiens?

Well, setiap orang tentu punya sifat yang berbeda-beda dan Anda tidak bisa memperlakukan semua orang dengan cara yang sama.

Sama halnya dengan audiens atau target pasar dari website Anda. Mereka memiliki perilaku yang sangat amat berbeda dari audiens website lainnya.

Nah, untuk memuaskan mereka, tentu Anda harus berkomunikasi dengan cara yang berbeda, bukan? Salah satunya melalui desain website.

Itulah mengapa A/B testing ini penting untuk Anda lakukan supaya jangan sampai Anda salah dalam berkomunikasi dengan audiens. 

Selain itu, ada beberapa hal lainnya nih yang membuat A/B testing ini penting dalam proses desain website.

Baca juga: Ini Pentingnya User Experience dalam Web Design, Jangan Skip!

1. Membantu Anda Memahami Audiens

Seperti yang sudah kami sebutkan, setiap brand itu pasti memiliki audiens dengan perilaku dan karakter yang berbeda-beda.

Audiens brand A mungkin memiliki perilaku dan karakter yang fun dan simple. Sedangkan, audiens brand B memiliki perilaku dan karakter yang berbanding terbalik.

Dengan keadaan seperti ini, tentu Anda tidak bisa nyontek desain website brand lain hanya karena produk Anda sama dong. 

Karena bisa jadi audiens Anda malah tidak suka nih dengan desain website brand tersebut. Dengan melakukan A/B testing, Anda bisa lebih mengetahui sebetulnya apa sih kesukaan audiens saya?

Anda bisa tahu elemen seperti apa yang mereka sukai atau lebih memudahkan aktivitas mereka di website Anda. Sehingga, Anda bisa memberikan yang terbaik nih untuk audiens Anda.

2. Bisa Meningkatkan Konversi di Website Anda

Percaya tidak percaya, angka konversi yang rendah di website itu juga bisa disebabkan oleh desain yang tidak memenuhi kebutuhan pengunjung atau customer, lho.

Misalnya dalam halaman utama, Anda meletakkan form subscribe untuk mendapatkan leads. Namun masalahnya, Anda meletakkan form ini di area yang sulit terlihat langsung oleh mata pengunjung.

Akhirnya, pengunjung malah nganggurin form subscribe yang Anda bikin. Kalau begini, sayang banget kan kehilangan pengunjung potensial?

Tapi, akan beda hasilnya kalau Anda meletakkan form subscribe di area yang strategis. Misalnya Anda letakkan di bawah sebelum footer dengan ukuran yang cukup besar.

Atau bisa juga Anda buat form subscribe ini menjadi floating di sepanjang halaman. Tentu pengunjung akan langsung melihat dan hasilnya pun jelas lebih maksimal, kan?

3. Mengurangi Angka Bounce Rate

Apakah Anda pernah melihat angka bounce rate yang tinggi di halaman tertentu? Kalau iya, seharusnya Anda segera mencurigai hal ini lho karena artinya ada masalah pada website Anda.

Nah, salah satunya ini bisa terjadi karena desain website yang kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan para pengunjung maupun customer Anda.

Misalnya desain yang kurang efisien maupun alur website yang terlalu rumit bagi pengunjung. Kalau begini, pengunjung jelas malas untuk melanjutkan dan berujung pada angka bounce rate yang tinggi.

Nah, supaya hal ini tidak terjadi pada website Anda, A/B testing perlu Anda lakukan. Dengan A/B testing, Anda bisa mengetahui dengan pasti apakah elemen, fitur serta tampilan visual website Anda betul-betul sudah sesuai dengan kebutuhan pengunjung atau belum.

Cara Melakukan A/B Testing dalam Desain Website

Untuk melakukan A/B testing, tentu tidak bisa sembarangan. Supaya hasilnya lebih maksimal, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan nih, seperti:

  • Menentukan elemen atau halaman yang ingin dites. Hal ini akan membantu Anda untuk lebih menyempitkan area yang akan Anda analisa hasilnya nanti.
  • Tentukan juga tujuan Anda melakukan A/B testing. Kalau tujuan Anda untuk meningkatkan konversi, Anda bisa lebih fokus dalam menganalisa hasilnya.
  • Setelah tujuannya jelas, Anda bisa menentukan kontrol dan challenger-nya. Misalnya Anda ingin melihat apakah mengubah tombol produk bisa meningkatkan konversi, maka Anda harus membuat desain dengan tombol dan tanpa tombol.
  • Bagi kelompok sampel Anda secara merata dan acak. Ini supaya hasilnya lebih akurat dan sesuai.
  • Lakukan tes dan analisa hasilnya.

Apakah A/B Testing Bisa Dilakukan dengan Tools?

Benar, Anda bisa melakukan A/B testing pada desain website menggunakan tools seperti Google Optimize, Nelio A/B Testing, HubSpot dan sebagainya.

Anda tinggal memilih A/B testing tools yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, ya.

Apakah A/B Testing Harus Dites pada 2 Kelompok yang Berbeda?

Benar, supaya hasilnya lebih efektif dan efisien, Anda harus melakukan A/B testing pada 2 kelompok sampel yang berbeda.

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan data empiris tentang performa relatif dari kedua desain website yang sudah Anda buat.

Yuk, Lakukan A/B Testing Sebelum Meluncurkan Website!

Terkadang, sebagai pemilik website kita merasa yakin dengan desain yang dibuat. Rasanya sudah menarik pengunjung lah, fitur-fiturnya juga sudah lengkap.

Anda mungkin merasa sudah tidak ada lagi yang perlu diperbaiki. Namun, ketika website diluncurkan, ternyata hasilnya malah tidak sesuai harapan.

Nah, inilah yang akan terjadi kalau Anda membuat sesuatu hanya dengan “rasa-rasanya” dan “kira-kira”. Padahal, belum tentu pengunjung atau customer senang dengan desain website Anda.

Itulah mengapa Anda harus melakukan A/B testing lebih dulu sebelum meluncurkan hasil final desain website. A/B testing sendiri adalah eksperimen yang dilakukan untuk melihat dari antara 2 desain, mana yang memberikan hasil terbaik.

Nah, jika Anda merasa desain website yang sekarang kurang memberikan hasil yang sesuai harapan, Anda bisa menyerahkannya pada tim Bikin.Website.

Anda bisa konsultasikan apa yang menjadi kesalahan dari desain website Anda yang sekarang dan berikan konsep yang Anda inginkan.

Konsultasikan Website Anda, Gratis!

Kalau begitu, sampai di sini dulu pembahasan kali ini, ya. Semoga Anda sudah lebih memahami mengenai A/B testing dan pentingnya dalam proses desain website.

Jika ada pertanyaan lain atau ingin berdiskusi tentang topik ini, jangan ragu buat drop pendapat Anda lewat kolom komentar, ya!

Avatar for Severina Ratih

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Membuat Website?

Mempunyai website akan banyak membantu Anda dalam proses branding di dunia online, terlebih pada era digital seperti sekarang ini. Dengan website, Anda bisa menunjukkan...
Avatar for Jordy Prayoga Jordy Prayoga
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *